Tragis! Kecelakaan Maut Kereta di Mesir, 32 Tewas, 66 Terluka

  • Whatsapp
Tragis! Kecelakaan Maut Kereta di Mesir, 32 Tewas, 66 Terluka

MEDIA24JAM.MY.ID: Tragis! Kecelakaan Maut Kereta di Mesir, 32 Tewas, 66 Terluka,

Jakarta, CNBC Indonesia – Kecelakaan maut terjadi di Mesir. Dua kereta bertabrakan pada Jumat (26/3) di Mesir selatan, menyebabkan tiga gerbong penumpang terbalik, menewaskan 32 orang dan menyebabkan 66 luka-luka.

Bacaan Lainnya

Kementerian Kesehatan Mesir, dilansir CNBC, menyatakan, lusinan ambulans bergegas ke tempat kejadian di provinsi selatan Sohag.

Media lokal menampilkan video dari tempat kejadian yang menunjukkan gerbong kedua kereta terbalik dengan penumpang terjebak di dalam dan dikelilingi oleh puing-puing.


Beberapa korban terlihat tidak sadarkan diri, sementara yang lain terlihat berdarah. Para saksi mata dan warga di sekitar lokasi langsung membawa mayat dan membaringkannya di tanah dekat area aman di sana.

Dilansir CNN, pihak berwenang mengatakan bahwa pada pukul 11:42 waktu setempat, kereta api yang menuju dari Aswan ke Kairo menabrak bagian belakang kereta yang menuju dari Luxor ke Alexandria, yang macet di jalur kereta api setelah rem darurat diaktifkan.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengatakan bahwa “siapa pun yang menyebabkan kecelakaan kereta Sohag, akan menerima hukuman jera.”

Perdana Menteri Mostafa Madbouly menambahkan bahwa “kesalahan atau kelalaian tidak akan ditoleransi, dan pelaku akan dimintai pertanggungjawaban atas kecelakaan itu.”

Sebagai catatan, sistem perkeretaapian di Mesir memang memiliki sejarah peralatan yang dirawat dengan buruk dan manajemen atau pengelolaan perkeretapian yang buruk. Angka resmi menunjukkan bahwa 1.793 kecelakaan kereta terjadi pada 2017 di seluruh negeri.

Pada 2018, sebuah kereta penumpang tergelincir di dekat kota selatan Aswan, melukai sedikitnya enam orang dan mendorong pihak berwenang untuk memecat kepala perkeretaapian negara di Benua Afrika.

Pada tahun yang sama, Presiden Abdel-Fattah el-Sissi mengatakan bahwa pemerintah kekurangan sekitar 250 miliar pound Mesir, atau US$ 14,1 miliar, setara dengan Rp 197 triliun (kurs Rp 14.000/US$) untuk merombak sistem rel yang rusak

El-Sissi mengatakan hal ini sehari setelah kereta penumpang bertabrakan dengan kereta kargo, menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk seorang anak kecil.

Setahun sebelumnya, dua kereta penumpang bertabrakan di luar kota pelabuhan Mediterania di Alexandria, menewaskan 43 orang.

Pada 2016, setidaknya 51 orang tewas ketika dua kereta komuter bertabrakan di dekat Kairo.

Kecelakaan kereta api paling mematikan di Mesir terjadi pada tahun 2002, ketika lebih dari 300 orang tewas ketika kebakaran meletus dalam kereta cepat yang melakukan perjalanan dari Kairo ke Mesir selatan.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)


Dirangkum dari berbagai sumber:
Republish: MEDIA24JAM.MY.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *