Sebelum Olimpiade, Marcus/Kevin Berharap Ketemu Lee Yang/Wang Chi-lin

  • Whatsapp
Sebelum Olimpiade, Marcus/Kevin Berharap Ketemu Lee Yang/Wang Chi-lin

Media24jam.my.id – Pasca-All England, pebulu tangkis proyeksi Olimpiade Tokyo 2020 fokus untuk tiga turnamen. Apalagi, ketiganya merupakan turnamen yang masuk dalam perhitungan kualifikasi multievent terbesar di dunia tersebut.

Turnamen-turnamen itu adalah India Open 2021 (11–16 Mei), Malaysia Open 2021 (25–30 Mei), dan Singapore Open 2021 (1–6 Juni).

Bacaan Lainnya

Kalau ditilik jadwal, skuad Merah Putih memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk persiapan. Tapi, periode itu memendek jika penyelenggara mewajibkan peserta untuk karantina 14 hari sebelum pertandingan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengaku akan memaksimalkan raihan dalam tiga turnamen itu. Dari proyeksi pemain untuk Olimpiade, hanya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang posisinya belum terlalu aman. Sementara Fajar Alfian/M. Rian Ardianto memang tidak masuk slot Olimpiade.

’’Untuk (pemain) yang mencari poin, fokus ke poin saja. Sementara yang lain memang perlu jam bertanding. Karena dilihat persaingan saat ini banyak berubah. Mereka butuh penyesuaian dengan hal itu,’’ kata Rionny kepada Jawa Pos.

Selain itu, beberapa pemain perlu jam bertanding lebih. Seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang sempat absen selama setahun. Pasangan berjuluk The Minions itu baru sekali mencicipi pertandingan setelah lama absen.

Rionny menambahkan, untuk ketiga turnamen mendatang, pihaknya tidak mengirim pemain terlalu banyak. Yang sesuai dengan kebutuhan saja. Tetapi, pihaknya tetap mempertimbangkan target dari pelatih masing-masing.

’’Kalau daftar banyak nanti ketemu rekan sendiri juga tidak terlalu bagus. Kalau dilihat memang untuk persiapan yang proyeksi Olimpiade Tokyo saja sama strategi dari pelatih juga,’’ tutur Rionny.

Nah, setelah menjalani karantina selama lima hari, mereka akan langsung kembali ke pelatnas. Rionny mengatakan, waktu mereka tidak banyak lagi untuk persiapan. Belum lagi kondisi saat ini yang serba-tidak pasti.

’’Ini juga sudah lama tidak latihan sejak insiden di Birmingham itu. Ada mungkin lebih dari satu pekan tidak berlatih sama proses karantina ini. Setelah kembali ke pelatnas, diatur ulang materinya,’’ sebut Rionny.

Di sisi lain, Hendra Setiawan mengaku sudah move on dari insiden All England 2021. Saat ini Ahsan/Hendra memang sudah lolos kualifikasi. Untuk ketiga turnamen di atas, Hendra masih mempertimbangkan mana saja yang akan diikuti.

’’Kalau untuk turnamen selanjutnya, saya masih mau lihat-lihat terlebih dahulu mau ikut yang mana. Yang pasti, tidak akan ikut semuanya,’’ kata peraih emas ganda putra Olimpiade Beijing 2008 itu.

Ada pertimbangan yang diambil dalam mengikuti turnamen berikutnya. ’’Yang terpenting waktunya mepet atau tidak dengan Olimpiade,’’ lanjut Hendra.

Pelatih Herry Iman Pierngadi mengungkapkan, kondisi persaingan saat ini sudah berbeda. Peta kekuatan yang berubah membuat mereka lebih waspada. Misalnya berharap sebelum Olimpiade The Minions bisa melawan ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-lin dulu.

’’Ada kesempatan di Malaysia dan Singapura. Tetapi, kita tidak tahu ya nanti seperti apa, mereka ikut atau tidak. Ya berharap bisa bertemu biar bisa tahu gambarannya,’’ ujar Herry I.P., sapaan Herry Iman Pierngadi.



Dikutip dari Berbagai Sumber!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *