Rencana Kenaikan Ongkos Haji Perlu Dipertimbangkan Matang

  • Whatsapp
Rencana Kenaikan Ongkos Haji Perlu Dipertimbangkan Matang

Media24jam.my.id – Meskipun baru sebatas usulan, tanda-tanda kenaikan ongkos haji sudah di depan mata. Dengan asumsi kuota hanya 25 persen atau sekitar 50 ribu jamaah, biaya haji mengalami kenaikan Rp 9,1 juta/orang. Kenaikan ini bisa meningkat jika jumlah jamaah haji nantinya semakin sedikit.

Rencana kenaikan biaya haji itu mendapat sorotan dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) A.A. LaNyalla Mahmud Mattalitti. LaNyalla menuturkan kenaikan ongkos haji itu perlu dipertimbangkan dengan matang. Jika memang kenaikan tersebut tidak dapat dihindari dan memberatkan beban APBN, pemerintah perlu segera mensosialisasikan kenaikan tersebut. “Agar tidak menjadi keberatan para calon jemaah haji,” terang Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu Rabu (7/4) kemarin.

Bacaan Lainnya

Senator asal Dapil Jatim itu menyatakan, ada baiknya pemerintah dan DPR menyerap aspirasi para calon jamaah haji terkait tanggapan rencana kenaikan tersebut. Jangan sampai hal itu menjadi kontroversi di tengah masih tingginya wabah Covid-19. Selain itu, kepastian pemberangkatan harus menjadi prioritas informasi kepada calon jamaah haji.

Dia menambahkan, jika pemerintah terpaksa menaikan biaya, maka masukan dari calon jamaah perlu menjadi pertimbangan untuk kebijakan yang akan diambil. Menurut dia, tanggapan masyarakat pasti akan beragam. Jumlah yang keberatan pun tidak akan sedikit. Mengingat tidak seluruhnya calon jamaah memiliki ekonomi yang aman atau tidak terdampak Covid-19. “Jadi, ada baiknya keluhan itu diserap juga agar ada solusi bagi ibadah haji tahun ini,” tandasnya.

Sementara itu Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi H. Dasir mengatakan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2021 sampai sekarang belum ditetapkan. ’’Biaya haji tahun ini masih dibahas secara intensif oleh Panja Kementerian Agama dan KOmisi VIII DPR,’’ katanya

Khoirizi menjelaskan Kemenag menjalankan sejumlah tahapan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi. Pembahasan biaya haji itu termasuk dalam salah satu tahapan persiapan dan mitigasi haji. Sambil menunggu informasi resmi dari Arab Saudi, apakah tahun ini menerima jamaah haji dari Indonesia.

Kalaupun Arab Saudi nanti menerima, berapa besaran kuotanya belum bisa dipastikan. Apakah nanti kuotanya tetap 100 persen atau berkurang. Untuk itu Khoirizi menuturkan pembahasan biaya haji dilakukan dengan asumsi kuota dan skenario yang sudah ditentukan. ’’(Asumsi kuota, Red) Mulai dari kuota 30 persen, 25 persen, 20 persen, bahkan hingga 5 persen,’’ tuturnya.

Soal kemungkinan adanya kenaikan biaya haji seperti ramai diberitakan, Khoirizi menjelaskan kemungkinan itu ada. Sebab ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kenaikan biaya haji. Seperti kenaikan kurs dollar, pajak dari Saudi yang semula 5 persen naik menjadi 15 persen, serta adanya protokol kesehatan. ’’Haji di masa pandemi mengharuskan pemeriksaan swab, jaga jarak, dan pembatasan kapasitas kamar,’’ kata dia. Keharusan itu semua menurut Khoirizi tentu berdampak pada biaya haji.

Dia menegaskan Kemenag bersama Komisi VIII DPR berupaya mempersiapkan layanan terbaik untuk jamaah. Seperti mengurangi mobilitas. Kemudian konsumsi diberikan tiga kali sehari. Sehingga jamaah tidak perlu keluar hotel untuk mencari makanan. Pada 2019 lalu, katering jamaah diberikan dua kali. Untuk makan siang dan malam. Termasuk soal biaya haji, mereka juga berupaya maksimal tidak memberatkan jamaah. Meskipun ada kenaikan biaya haji.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Hilmi Setiawan


Dikutip dari berbagai Sumber:
Published for: MEDIA24JAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *