Mudik Dilarang, Ekonomi RI Malah Bisa Tumbuh 7% Lho!

  • Whatsapp
Mudik Dilarang, Ekonomi RI Malah Bisa Tumbuh 7% Lho!

MEDIA24JAM.MY.ID: Mudik Dilarang, Ekonomi RI Malah Bisa Tumbuh 7% Lho!,

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah resmi tidak menganjurkan rakyat Indonesia untuk mudik alias pulang kampung pada Idul Fitri tahun ini. Kebijakan serupa juga ditempuh tahun lalu.

Bacaan Lainnya

“Cuti bersama Idul Fitri satu hari ada, tapi nggak boleh ada aktivitas mudik. Pemberian bansos akan diberikan,” kata Muhadjir Effendy, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.


Apa boleh buat, seperti negara-negara lain, Indonesia memang masih harus bergumul dengan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Per 26 Maret 2021, Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah pasien positif corona mencapai 1.487.541 orang. Bertambah 4.982 orang dibandingkan hari sebelumnya, penambahan harian terendah sejak 21 Maret 2020.

Dalam 14 hari terakhir (13-26 Maret 2021), rata-rata penambahan pasien positif adalah 5.529 orang per hari. Turun drastis dibandingkan rerata dua minggu sebelumnya yaitu 6.233 orang setiap harinya.


Meski kurva kasus Indonesia melandai, tetapi kewaspadaan tidak boleh kendur. Ini yang membuat pemerintah masih terus memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) dan kemudian melarang mudik saat lebaran.

Mudik tidak hanya aktivitas emosional, berkumpul bersama keluarga dan sahabat di kampung halaman. Mudik juga merupakan fenomena ekonomi, pemerataan pendapatan.

Berbekal Tunjangan Hari Raya (THR), mereka yang sudah sukses di kota berbagi kebahagiaan di desa. Tidak hanya ‘salam tempel’, tetapi juga membeli berbagai barang dan jasa. Perputaran uang ini yang membuat ekonomi bergerak, tidak hanya di kota besar tetapi juga di desa-desa.

So, apakah larangan mudik bakal melemahkan ekonomi Ibu Pertiwi? Sejauh apa dampaknya?

Halaman Selanjutnya –> Ekonomi Indonesia Mengangkasa!

Dirangkum dari berbagai sumber:
Republish: MEDIA24JAM.MY.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *