Mudahkan Evakuasi Daerah Banjir, BNPB Kerahkan Helikopter

  • Whatsapp
Mudahkan Evakuasi Daerah Banjir, BNPB Kerahkan Helikopter

Media24jam.my.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) Letjen TNI Doni Monardo mengakui, faktor cuaca menyebabkan terkendalanya evakuasi penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam rangka memberikan percepatan penanganan banjir di NTT, Doni mengerahkan helikopter guna memberikan bantuan logistik dan keperluan lainnya.

“Kita sudah memerintahkan untuk mengirimkan helikopter untuk membantu upaya percepatan penanganan banjir di NTT,” kata Doni dalam keterangannya, Senin (5/4).

Bacaan Lainnya

Doni menyampaikan, ada tiga helikopter yang akan dikerahkan dalam menangani bencana banjir di NTT. Menurutnya, dua helikopter itu difungsikan untuk menjangkau distribusi logistik di beberapa desa yang terisolir usai terputusnya akses akibat longsor.

Sementara itu, satu helikopter lainnya untuk mengakomodir para warga yang membutuhkan pertolongan darurat terutama kelompok rentan. Selain itu, helikopter juga mengangkut para tenaga medis yang ditugaskan di posko penanganan darurat.

“BNPB juga melakukan koordinasi dengan TNI-Polri, Kementrian PUPR, Bupati Flores Timur, BPBD Flores Timur, dan tim gabungan lainnya untuk segera mengirimkan alat berat guna proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun lumpur,” ucap Doni.

Dalam penanganan banjir di Flores Timur, NTT, BNPB juga telah mengirimkan bantuan guna meringankan beban, bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Adapun rincian jenis bantuan yang dikirimkan berupa makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar.

Bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur telah memakan korban sebanyak 44 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, sembilan orang luka-luka, 80 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. Menurutnya, sampai saat ini data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

“Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik,” pungkas Doni.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Ridwan


Dikutip dari berbagai Sumber:
Published for: MEDIA24JAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *