Dahsyat saat Debut, Pembalap Muda Jepang Disebut Berlian Kasar

  • Whatsapp
Dahsyat saat Debut, Pembalap Muda Jepang Disebut Berlian Kasar

Media24jam.my.id – Pembalap rookie AlphaTauri asal Jepang Yuki Tsunoda tampil gemilang di seri pembuka F1 musim ini. Sempat finis di urutan kedua dalam tes pramusim 2021 di Bahrain International Circuit, Sakhir, pembalap debutan F1 itu mampu menembus sepuluh besar dalam seri pembuka dengan status rookie terbaik.

Pembalap 20 tahun tersebut finis di posisi kesembilan. Dalam sejarah F1, Tsunoda menjadi pembalap ke-65 yang mampu mencatatkan poin dalam penampilan debut.

Namun, capaian itu belum membuat Red Bull Racing kembali meliriknya. Setidaknya untuk jadi bagian tim tersebut musim depan.

Sekaligus mengulang romansa seperti 2019 lalu. Saat itu, Tsunoda masih berstatus jebolan Honda Formula Dream Project. Kebetulan, saat itu Honda sedang memulai kerja sama dengan tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut. Karena itulah, nama Tsunoda masuk ke dalam tim junior Red Bull.

Bisa dibilang, dimulai dari Red Bull-lah petualangan ke luar Asia pembalap yang duduk di podium ketiga dalam FIA Formula 2 Championship musim lalu bersama tim Carlin tersebut dimulai. Pada musim ini, dia bergabung dengan tim AlphaTauri yang juga menggunakan mesin dari pabrikan Honda.

’’Yuki (Tsunoda) itu seperti berlian yang masih kasar, kami tak ingin tergesa-gesa. Kami akan lihat perkembangannya dan akan membuat keputusan pada waktu yang tepat,’’ sebut Helmut Marko, adviser Red Bull, dalam wawancaranya dengan laman resmi.

Red Bull, tutur Marko, sudah belajar dari pengalaman ketika mempromosikan pembalap.

Salah satunya ketika Red Bull menjadikan Alex Albon sebagai salah satu andalannya saat musim 2019. Ketika itu, Albon yang punya reputasi finis di podium ketiga akhir musim 2018 di FIA Formula 2 Championship bersama DAMS finis di posisi kedelapan pada musim debut F1-nya.

Atau saat membawa Pierre Gasly ke F1 musim 2017. Gasly bahkan tercecer di posisi ke-21. Begitu pula Daniil Kvyat yang naik dari FIA Formula 3 dan GP3 pada musim 2014 dan cuma bisa finis di posisi ke-15.

’’Meski harus aku akui, dia (Tsunoda) fantastis. Dia bisa membuat mobil seperti terbang,’’ puji Marko.

Terlepas dari sikap Red Bull yang belum menentukan sikap untuk menarik Tsunoda pada musim depan, Tsunoda bisa jadi ancaman untuk Sergio Perez. Kontraknya di Red Bull cuma satu musim. Pembalap berkebangsaan Meksiko itu hanya mampu finis empat setrip di atas Tsunoda.



Dikutip dari Berbagai Sumber!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *