Beberapa Pasien Meninggal ‘Mencurigakan’, Dokter di Kanada Dituduh Lakukan Pembunuhan

  • Whatsapp
Beberapa Pasien Meninggal ‘Mencurigakan’, Dokter di Kanada Dituduh Lakukan Pembunuhan
​Foto Dr. Brian Nadler yang dituduh melakukan pembunuhan di Ontario, Kanada

Foto profil dr. Brian Nadler via Linkedin

Bacaan Lainnya

Dokter sebuah rumah sakit di Kota Hawkesbury, Ontario, menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama tak lama setelah seorang pasiennya meninggal dunia. Lelaki 35 tahun bernama Brian Nadler juga dituduh terlibat dalam sejumlah kasus kematian mencurigakan di tempatnya bekerja. Dia diamankan Kepolisian Provinsi Ontario (OPP) pada 26 Maret 2021.

Pihak kepolisian melaporkan awal pekan ini, bahwa Albert Poidinger, lansia 89 tahun dari Pointe-Claire, Quebec, diyakini menjadi korban pembunuhan Nadler. Poidinger dinyatakan meninggal di rumah sakit pada hari yang sama polisi menerima laporan.

Juru bicara Hawkesbury dan Rumah Sakit Umum Distrik mengatakan dalam siaran pers, polisi diminta mendatangi rumah sakit pada Kamis malam dan tengah menyelidiki “beberapa kasus kematian mencurigakan” lainnya.

“Bersama dengan OPP, kami menghubungi pihak keluarga terkait,” ujar mereka dalam pernyataan resmi. “Kami khawatir dengan keadaan para petugas dan dokter yang mungkin terpengaruh oleh situasi sulit ini. Kami memberi mereka bantuan dan konseling pasca-trauma.”

Hawkesbury berjarak satu jam perjalanan di sebelah timur Ottawa, ibu kota Kanada.

Juru bicara menolak berkomentar lebih lanjut pada Minggu. Polisi juga tidak menjelaskan secara detail berapa banyak kasus kematian yang diselidiki.

Nadler tinggal di Dollard-Des-Ormeaux, Quebec. Dia praktik di Provinsi Saskatchewan, Alberta dan Nevada sebelum akhirnya mendapat lisensi di Ontario pada Februari 2020.

Pada Agustus 2014, Sekolah Tinggi Dokter dan Ahli Bedah Saskatchewan menggugat Nadler atas dua kasus sikap tidak profesional ketika menjadi residensi di sana. Dia dikabarkan cekcok dengan dokter lain. Menurut dokumentasi kampus, Nadler menghina rekan perempuannya dengan panggilan “bitch” dan mengatakan “ingin menampar perempuan itu” kepada orang lain. Tuntutan kedua dikenakan pada hari yang sama. Dia dituduh menambah arsip pasien tanpa menulis tanggal.

Gugatannya dibatalkan setelah Nadler meminta maaf dan mengambil mata kuliah etika profesional dan pencatatan medis. Dia mendapat lisensi di Saskatchewan dari Juli 2014 hingga September 2018.

Setelah lulus dari Universitas McGill di Montreal pada 2010, Nadler belajar ilmu bedah dan penyakit dalam di Universitas Alberta sepanjang 2011-2014. Baru dari situ dia pindah ke Saskatchewan, menurut database online yang menjabarkan gelar pascasarjana Nadler. Dia menjadi rekan geriatri di Universitas Nevada selama satu tahun sejak September 2018. Nadler masih memegang lisensi di sana.

Juru bicara Sekolah Tinggi Dokter dan Ahli Bedah Ontario menjelaskan melalui email pada Minggu, mereka akan segera menyelidiki tuduhan yang merisaukan” terhadap Nadler.

Nadler dijadwalkan menghadap pengadilan pada 6 April mendatang.

Follow Kevin Maimann di Twitter.


Dikutip dari berbagai Sumber:
Published for: MEDIA24JAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *