Avanza-Innova-Fortuner Mulai Dihindari Pedagang Mobil Bekas!

  • Whatsapp
Avanza-Innova-Fortuner Mulai Dihindari Pedagang Mobil Bekas!

MEDIA24JAM.MY.ID: Avanza-Innova-Fortuner Mulai Dihindari Pedagang Mobil Bekas!,

Jakarta, CNBC Indonesia – Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) membuat harga kendaraan baru menjadi lebih murah, dampaknya bukan hanya terkena pada pedagang mobil bekas, namun juga pemilik kendaraan yang sudah membeli sebelum kebijakan ini meluncur.

Bacaan Lainnya

Pemilik kendaraan lama mau tidak mau harus menerima bahwa harganya kini sudah lebih rendah dari harga yang seharusnya. Sehingga ada anggapan bahwa saat ini adalah momentum tepat bagi pedagang mobil bekas untuk berburu kendaraan di bawah harga normal. Namun, tidak semua pemilik showroom mobil bekas setuju.

“Kalau ditanya kesempatan menurut kami nggak juga. Let’s say Fortuner harga baru kena PPnBM sekian, sedangkan orang beli Fortuner VRZ 2019 masih jauh lebih tinggi, apa customer ini rela melepas dengan harga rendah? Saya rasa nggak juga,” kata pemilik Indigo Auto yang berlokasi di BEZ Auto Center, Gading Raya, Tangerang, Yudy Budiman kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/4/21).


Pedagang mobil bekas juga enggan mengambil risiko menyimpan stok langsung banyak karena jangka waktu relaksasi cukup lama, yakni hingga akhir tahun mendatang. Jika berganti tahun, ada potensi harganya pun menjadi lebih rendah.

“Yang 2.500cc agak beda policy-nya dibanding 1.500cc, langsung jalan sampai 5 bulan. Kalau tiga bulan mungkin betul jadi momentum, tapi kalau lima bulan cukup panjang, kita punya modal bertahan 5 bulan, berharap naik lagi ketemunya akhir tahun. Kalau akhir tahun pembeli bilang harga jual udah mau ganti tahun. Misal mobil 2016, sudah 5 tahun, bilangnya bentar lagi 6 tahun,” sebutnya.

Karenanya, harus mengambil tindakan secara cermat dan jangan terlalu berekspektasi tinggi. Meski demikian, Yudy menggarisbawahi bahwa pedagang mobil bekas juga jangan takut menghadapi kondisi ini. Industri ini tetap memiliki segmentasi pasar sendiri yang bisa tergarap, tinggal pedagangnya yang harus pintar-pintar mencari cara.

“Kita lakukan agak beda yang mungkin di mobil baru nggak bisa. Dengan DP rendah, bisa DP Rp 15 juta – Rp. 20 juta mobil-mobil kecil, bahkan Rp. 10 juta. Yang diler mungkin sulit tapi kita bisa bantu walau data keuangan, kredibilitas harus bagus. Misalnya Calya, Avanza 2010-2011, Brio manual juga masih bisa,” sebutnya.

Berikut mobil yang mendapat relaksasi PPnBM dan kandungan TKDN-nya:

1. Toyota Yaris 74,4 persen

2. Toyota Vios 74,4 persen

3. Toyota Sienta 72,9 persen

4. Toyota Innova 2.0 83 persen

5. Toyota Innova 2.4 70 persen

6. Toyota Fortuner 2.4 4×2 70 persen

7. Toyota Fortuner 2.4 4×4 70 persen

8. Daihatsu Xenia 79,2 persen

9. Toyota Avanza 78,9 persen

10. Daihatsu Grand Max 77,1 persen

11. Daihatsu Luxio 70,4 persen

12. Daihatsu Terios 75,2 persen

13. Toyota Rush 74,8 persen

14. Toyota Raize 70 persen

15. Daihatsu Rocky 70 persen

16. Mitsubishi Xpander 80 persen

17. Mitsubishi Xpander Cross 80 persen

18. Nissan Livina 80 persen

19. Honda Brio RS 78 persen

20. Honda Mobilio 75 persen

21. Honda BR-V 76 persen

22. Honda CR-V 1.5T 62 persen

23. Honda HR-V 1.5L 70 persen

24. Honda HR-V 1.8L 84 persen

25. Honda CR-V 2.0 CVT 62 persen

26. Honda City Hatchback 70,5 persen

27. Suzuki Ertiga 70,5 persen

28. Suzuki XL7 71,5 persen

29. Wuling Confero 70,5 persen.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Dirangkum dari berbagai sumber:
Republish: MEDIA24JAM.MY.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *