Catat Tulisan Blak-blakan, Napoleon: Siapa kendati Dapat Mencela Beta, tetapi Enggak akan Alquran lalu Islamku! – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Catat Tulisan Blak-blakan, Napoleon: Siapa kendati Dapat Mencela Beta, tetapi Enggak akan Alquran lalu Islamku!

JAKARTA – Terlapor hal pendapat penderaan akan Muhammad Kosman pseudonim Muhammad Aksi, Irjen Napoleon Bonaparte tenggar perkataan kejadian pendapat penderaan. Irjen Napoleon Bonaparte kendati menyalin tulisan celangak yang disampaikan sama dapat hukumnya, Haposan Batubara, pekan (19/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Ari-ari-saudaraku seragam lalu setanah minuman memang beta kepingin berbincang kontan sama saudara-saudara semua, walaupun begitu begitu ini beta enggak bisa melakukannya,” catat Napoleon dalam tulisan terbukanya.

Napoleon menegaskan dalam tulisan celangak itu maka dirinya ada lalu dibesarkan bagaikan seorang mukminat. Doi membicarakan Selam yakni ajaran yang rahmatan lil alamin.

“Alhamdulillah YRA, maka beta dilahirkan bagaikan seorang mukminat lalu dibesarkan dalam loyalitas ajaran Selam yang rahmatan lil alamin,” catat Napoleon.

Napoleon menegaskan siapa kendati berwenang membusukkan dirinya walaupun begitu enggak sama Allah, Rasulullah lalu Al-Alquran. Siapapun yang membusukkan Allah, doski mengangkat sumpah bakal menjalankan aktivitas ternilai.

“Siapa kendati dapat membusukkan beta, tetapi enggak akan Allahku, AlQuran, Rasulullah SAW lalu iman Islamku, akibatnya beta mengangkat sumpah bakal menjalankan aktivitas ternilai apapun menjelang siapa aja yang bahadur melakukannya,” ungkapnya.

Napoleon membicarakan aksi Muhammad Aksi berat mematikan blok lalu aman bani Adam beriman di Indonesia. Doi kendati bersimpati konten Aksi di alat hangat belum dihapus sama daulat.

“Beta berat bersimpati maka sampai begitu ini daulat belum jua mendobrak semua konten di alat, yang menilik dibuat lalu dipublikasikan sama manusia-manusia jangan berbudi itu,” tambahnya.

Muhammad Aksi yang melukiskan terdakwa hal penistaan ajaran sebelum-sebelumnya melakukan kabar ke Bareskrim Polri maka dirinya dianiaya dalam rutan. Muhammad Aksi membenarkan merasai penderaan dari sesama gangguan di Bareskrim Polri. Polri buru-buru menjalankan membabarkan guam buat mengukuhkan terdakwa penderaan.

“Kasusnya yakni informan memberitakan maka dirinya menilik memperoleh penderaan dari anak Adam yang begitu ini menjadi gangguan di Bareskrim Polri,” perkataan Karo Penmas Satuan Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam bertemu pers di kantornya, Jumat (17/9).***

Pos terkait