Mengejar Dilarang, Belasan Ribu Awak Prancis Titel Demo – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Mengejar Dilarang, Belasan Ribu Awak Prancis Titel Demo

Berburu Dilarang, Belasan Ribu Warga Prancis Gelar Demo
Beribu-ribu pemburu di Prancis berdemo sehabis mengejar dilarang. Klise: GAIZKA IROZ / AFP

Belasan ribu awak cukup Sabtu (18/9/2021) anjlok di denai praja Mont-de-Marsan, Prancis. Mengatur mengkritik pantangan mengejar butuh memerlukan aturan konvensional kuno.

Bacaan Lainnya

Kalau getah perca pendemonstrasi mengejar butuh yakni adat konvensional kuno di wilayahnya yang akseptabel dilestarikan. Demonstran juga meneguhkan mencita-citakan akseptabel mengontrol nilai-nilai adat yang disebutkan sebelumnya.

Kalau kepolisian terdapat 13 ribu awak yang berunjuk rasa. Mengatur memerlukan kemeja bermotif layung yang melahirkan markah jas pemburu.

Berburu Dilarang, Belasan Ribu Warga Prancis Gelar Demo (1)
Beribu-ribu pemburu di Prancis berdemo sehabis mengejar dilarang. Klise: GAIZKA IROZ / AFP

Seorang pendemonstrasi, Eric, memastikan telah naik kewajibannya anjlok ke denai. Awal, pantangan itu bakal membersihkan biji adat Prancis.

"Abdi bosan menilik adat abdi ambruk hancur," cakap Eric kaya dikutip dari AFP.

"Mengatur basmi budi alun-alun beta Gascon, kini pencarian konvensional kuno memperoleh gilirannya," sambat ia.

Berburu Dilarang, Belasan Ribu Warga Prancis Gelar Demo (2)
Beribu-ribu pemburu di Prancis berdemo sehabis mengejar dilarang. Klise: GAIZKA IROZ / AFP

Badan Daerah Prancis cukup mula Agustus sah membendung pencarian konvensional kuno memerlukan candik maupun jebakan. Khitah itu dinyatakan sehati sama pengarahan Bon Eropa.

Khitah penindasan diberlakukan cutel berita pekerja domain area melisankan, 150 ribu butuh tutup usia setiap warsa lantaran metode mengejar konvensional kuno.

Kendati memperoleh pantangan, getah perca pemburu di Mont-de-Marsan mengesahkan konstan menggunakan aturan konvensional kuno buat mengejar. Mengatur justru jadi mempertaruhkan metode itu ke anak-anaknya.

Pos terkait