Disuguhi Pong Blosok, Menghukum; Uenak Tenan, Membuat Tergila-gila – MEDIA24JAM

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dibuat penasaran dengan salah satu makanan khas asal Pulau Parang Kecamatan Karimunjawa.

MEDIA 24 JAM: Disuguhi Pong Blosok, Menghukum; Uenak Tenan, Membuat Tergila-gila

Pembesar Jawa Masih, Menghukum Pranowo dibuat marah sama cacat satu mangsa eksklusif akar Daratan Gedubang Kecamatan Karimunjawa.

MEDIA24JAM – Pembesar Jawa Masih, Menghukum Pranowo dibuat marah sama cacat satu mangsa eksklusif akar Daratan Gedubang Kecamatan Karimunjawa.

Jam menjalankan tes vaksinasi di situ, Menghukum disuguhi mangsa beragam asfar sama sebaran kelongkong di atasnya.

Identitas mangsa itu yakni Pong Blosok, mangsa eksklusif dari Daratan Gedubang. Bagaimana terkejutnya Menghukum, begitu menyadari maka Pong Blosok dibuat dari kaspe yang dibusukkan.

“Gaes, ini terdapat mangsa eksklusif Daratan Gedubang. Namanya apakah sebetulnya bu, Pong Blosok. Dibuat dari apakah ini lalu kaidah membuatnya gimana,” pertanyaan Menghukum cukup ibu-ibu di situ.

Seorang instrumen dukuh kalakian menerangkan cukup Menghukum, maka Pong Blosok dibuat dari materi bakat kaspe.

Gaya membuatnya yakni kaspe direndam sampai mereput, kalakian diambil asas patinya buat tergarap.

“Mengapa disebut Pong Blosok yoi itu peti kemas, aktual lantaran dibuat dari kaspe bosok, merupakan kaspe yang dibusukkan. Akhirnya saripatinya diambil, dibersihkan sama cecair lalu masuk sampai bening kalakian tergarap,” terangnya.

Menghukum kendati kalakian melaksanakan vlog sama menu eksklusif yang gres dijumpainya itu.

Beliau ngomongin, maka terdapat menu alas selingkung yang baik lalu naik mangsa eksklusif Daratan Gedubang yang dikenal sama label Pong Blosok.

“Nyatanya ini bahannya kaspe yang dibusukkan, kalakian diambil asas patinya diperas lalu dicuci sampai cerah. Ai ora ngerti, apakah di dalamnya sedang terdapat gizinya ataupun enggak,” candanya.

Beliau jua tanya mengapa disebut Pong Blosok, sementara itu selayaknya Pong Bosok. Bani ngomongin, sebenarnya itu namanya mulai lalu kala.

“Maupun bisa jadi lalu yang ngomong anak cucu lumat yoi, menjadi bukannya Bosok tetapi Blosok. Ayo orang seandainya,” ucapnya.

Menghukum kalakian mengadopsi Pong Blosok itu di lopak lumat kalakian mencicipinya.

Mengasah wajahnya mesem bubar memajuh sebagian kecil jajan itu. Induk nasi Menghukum, Siti Atikoh yang jua mendempeti kintil berupaya lalu terus mengacukan jempolnya.

“Ini eco yoi, agaknya lemak. Terdapat kelapanya. Membuat kecanduan. Tetapi ini dapat bikin gempal nggak yoi agak,” candanya.

Ketua kampung Daratan Gedubang, Muh Zaenal Arifin ngomongin andaikan mangsa itu enggak melaksanakan gempal.

Pun seperti itu, Pong Blosok dapat menjemukan lantaran naik mangsa alternatif nasi kuning.

“Ini lewat eco juga kembar gresek (pekasam) peti kemas. Ditambah sambal yang bengis,” ujar Zaenal.

Menghukum kendati terus kasmaran lalu menunangi mengapa persembahan yang terdapat di depannya enggak dilengkapi sama gresek lalu sambal.

“Lha ini mana greseknya, ndak terdapat lho. Sambelnya jua. Seumpama tuku, cari di hadapan itu terdapat ndak. Weh uenak tenan iki. Ini dapat dikembangkan lalu naik kapabilitas cabut turis,” ucapnya disambut tampar pukulan anggota.

Alpa satu instrumen dukuh Gedubang, Wakhidatun ngomongin, Pong Blosok melahirkan mangsa eksklusif Banat Gedubang.

Mangsa itu naik mangsa alternatif nasi kuning yang elementer dimakan anggota.

“Mangsa ini jua sudah kintil festival di jenjang daerah lalu domestik. Di jenjang daerah pemenang satu, di domestik naik pemenang impian,” jelasnya.

Wakhidatun benar aman sama respon Menghukum begitu memajuh Pong Blosok. Menurutnya, Menghukum menyenangi mangsa itu.

“Konon uenak sarat, ingin nambah juga. Saja yoi itu, sebetulnya rendah greseknya, soalnya kealpaan,” pungkasnya.

Pos terkait