Adagium Anak sekolah Papua Ke Menghukum: Ajeh Tresno Karo Koe – MEDIA24JAM

  • Whatsapp
blank

MEDIA 24 JAM: Adagium Anak sekolah Papua Ke Menghukum: Ajeh Tresno Karo Koe

MEDIA24JAM – Catur kadet awal Papua kelihatan sungkan detik Pembesar Jawa Ketika Menghukum Pranowo berharap cipta bertambah ke tempat pentas. Menghukum juga kena aforisme asmara dari alpa satu kadet Papua yang disebutkan sebelumnya.

Situasi itu terbentuk detik Menghukum ngasih hasrat dalam ujung keterangan Hari Sport Domestik (Haornas) 2021 di Penginapan Wujil, Kabupaten Semarang, Kamis (9/9). Menghukum disambut catur kadet Papua sama dansa ‘Seka’ ataupun dansa penantian antik Papua.

“Sini akang, itu ngecatnya bilamana? Udah daritadi? Ngecat independen ataupun temannya? Ini yang di akal lalu yang dipakai itu apakah namanya?,” pertanyaan Menghukum.

“Telah (dicat) dari mulanya jam 2. Abdi rata-rata ucap “tahta” bungkus. Orang kepunyaan di barak, murni pula dari Papua,” ucap alpa satu petatar awal Tembagapura Papua berlabel Roni.

Kesetiakawanan cipta juga melarutkan hawa. Menghukum akan datang tanya, apakah norma Jawa yang telah cipta kuasai. Perbincangan ini dijawab sama aman sama Teresia, petatar Papua di Saint Louis Semarang.

“Ajeh tresno karo koe,” ujarnya.

Berdaya guna sahutan Teresia memerangkap tepak lengan lalu gelak dari karet peserta yang berlabuh. Menghukum pula bukan becus menunda kebahagiaannya lalu mengacungi jempol Teresia tempat jawabannya.

“Terimakasih kakak-kakak semua tariannya menawan, bajunya pula menawan,” bicara Menghukum.

Bubar daftar, Menghukum memberikan ambil berahi mendapatkan komisi yang menebak mengancang daftar keterangan lalu pemberhentian olahragawan sama semarak. Menghukum pula menafsirkan eksistensi karet petatar Papua di daftar yang disebutkan sebelumnya.

“Terimakasih adik-adik dari Papua telah memberikan sambutan orang pula. Bahwa ego pula mengenakan tahta dari Papua lalu orang bakal beri karet olahragawan orang buat dapat berantuk,” bicara Menghukum.

Menghukum mengamanatkan mendapatkan karet olahragawan buat antusiasme hidup, malar jujur lalu mengontrol identitas apik alam. Bukan lalai Menghukum ngasih antusiasme hidup biar karet olahragawan mengangkat senjata sepenuhnya buat menggapai medalion maksimal.

“Antusiasme hidup, patut jujur, angkat medalion ke Jawa Ketika lalu tak lalai angkat identitas apik lalu buat Jawa Ketika,” bicara Menghukum.

Tatkala itu, Atasan Kantor Jejaka, Sport lalu Turisme Jateng Sinung N Rachmadi dalam laporannya menerangkan, atas PON Papua ini Jateng menuruti 39 cabor sama absolut keunggulan rombongan 651 anak buah. Tatkala buat Peparnas, Jateng angkut keunggulan rombongan sebilangan 304 anak buah.

Pos terkait