Balap Simulator Honda Pa mor II Lahirkan Jago Aktual

  • Whatsapp

SERI kedua dari Honda Racing Simulator Championship (HRSC) periode kedua menenung membuahkan palas-palas jago gres di tiap kelasnya. Balap virtual yang diadakan cukup Sabtu (4/9) di perkisaran virtual Sepang, Malaysia jadi melayankan festival yang benar dahsyat lalu memikat. Sama corat-coret Everyone Can Win, pola festival HRSC cahaya kedua ini menghabiskan bentuk membidas (pembubuhan muatan) buat kelima jago cukup cahaya mula-mula cukup 21 Agustus 2021 lantas. 

“Pa mor kedua kemunca rekan lantas bekerja sama benar dahsyat lalu kompetitif ditambah sama anggaran dasar gres adalah bentuk membidas maupun pembubuhan muatan buat kelima jago di cahaya sebelum-sebelumnya. Orde yang abdi bikin searah sama corat-coret abdi tarikh ini, Everyone Can Race and Everyone Can Win dimana bakal terdapat kian belacak partisipan antpanitia yang memegang kans kian besar buat berhasil lalu bergelut buat mencapai letak penting,” cakap Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Biang keladi (HPM) Yusak Billy, Selasa (7/9).

Jagoan mula-mula diberikan muatan sebanyak 50 kg, jawara kedua 40 kg, jawara ketiga 30 kg, jawara keempat 20 kg, lalu jawara kelima 10 kg. Sama bentuk semacam ini diharapkan semua partisipan antpanitia memegang jalan yang itu-itu saja buat menggapai letak mula-mula di tiap serinya.

Di bagian Empu, Daulat bapak Maulana yang cukup cahaya mula-mula sebagai jawara bagian mesti mencapai muatan apendiks 50 Kg. Bergandengan ketat buat membentengi letak kedua, bapak mesti jelak bubar di letak ketiga sama penerimaan waktu 22 menit 6,2941 sekon lalu mencapai apendiks 16 titik. 

Di depannya, Bujang Siswoyo yang sama penampilan keren banget jadi melewati Daulat bapak sama penerimaan waktu 22 menit 0,4114 sekon Lalu kena apendiks 20 titik. Padahal di letak mula-mula, selepas mencapai pole position lalu menampakkan diri harmonis sejauh pacuan, Fadhli Rachmat jadi menyejahterakan letak mula-mula di cahaya kedua sama 21 menit 59,7158 sekon lalu mencapai 25 titik pertamanya.

Di bagian Rising Star nama-nama gres bermunculan kaya, Colin Lewi yang jadi mengalir jadi jago sama penerimaan waktu 20 menit 53,1904 sekon lalu apendiks 25 titik. Di letak kedua, Albertus Krissentianto menuliskan penerimaan waktu 20 menit 53,5073 sekon lalu mencapai 20 titik. Di letak ketiga, Eka Berjaya Budiharjo jadi bubar dalam waktu 20 menit 54,563 sekon berlebih apendiks 16 titik.

Ignatius Mokodompit yang jua mengalir jadi jago gres di bagian Rookie sama penerimaan waktu 20 menit 20,3850 sekon lalu 25 titik. Di letak kedua, Gilbert Asih yang jua jadi membereskan pacuan sama penerimaan waktu 20 menit 26,0803 sekon lalu mencapai 20 titik pertamanya. Di letak ketiga, Gugun Wiranto yang mesti beradu sama apendiks muatan 30 Kg jadi menyejahterakan posisinya sama anotasi waktu 20 menit 32.3380 sekon sama penerimaan 16 titik.

Lalu, cahaya ketiga bakal diadakan cukup sepertinya akan dimulai dari 18 September 2021 sama menghabiskan perkisaran virtual Adelaide, Australia yang disiarkan secara melantas cukup akun Youtube @Hondaisme. (S-4)


Pos terkait