Pabrik Kimia di Lengkong Diduga Cemari Sungai Cikaso, DLH Langsung Terjun ke Lokasi – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Pabrik Kimia di Lengkong Diduga Cemari Sungai Cikaso, DLH Langsung Terjun ke Lokasi

MEDIA24JAM – Pabrik kimia di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, ramai jadi perbincangan warga sekitar akibat limbah yang dibuang mengandung H2SO4 atau Asam Sulfat yang mencemari aliran sungai Cikaso.

Kabar soal dugaan pencemaran itu berawal ketika akun media sosial Facebook Farydz, mengunggah sejumlah video saat warga mendatangi pabrik karena keberatan ada limbah mencemari aliran sungai yang di buang oleh PT. Clariant Adsorbents Indonesia

“Silahkan untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kami yang terdampak limbah H2SO4 sudah jelas ini melanggar AMDAL karena PT Clariant tak mampu mengolah limbah sehingga digelontorkan ke Sungai Cikaso,” tulis Farydz.

Dalam postingan itu, terselip kata-kata yang berdampak pada generasi muda ke depan oleh limbah yang dibuang pabrik tersebut. Sebab, ada dua desa yang masih membutuhkan aliran itu untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami yang terdampak dua desa yaitu Desa Neglasari dan Desa Bantarpanjang. Kami berharap ada pertanggung jawaban anda dari pihak PT Clariant. Kalian jangan tidur kalau masalah ini berlarut-larut kami akan membawa basis yang lebih besar untuk proses pertanggungjawaban anda dari pihak PT,” jelasnya.

Ramai perbincangan tersebut menuai tanggapan dari DLH Kabupaten Sukabumi dan langsung mengecek lokasi. Namun, kondisi air yang disebut tercemari limbah sudah kembali jernih.

“Tim kami sudah mengecek dan bertemu dengan perusahaan tersebut, kemudian saat ini sungainya sudah jernih kembali sudah bagus. Kemudian itu juga mau melaporkan seluruh aktivitas yang kemarin,” kata Dedah Herlina, Kepala DLH Kabupaten Sukabumi dalam keterangan yang diterima MEDIA24JAM, Kamis (5/8/2021).

Perusahaan itu, kata Dedah bergerak di bidang kimia dan memproduksi Bentonit yang sudah berdiri puluhan tahun di lokasi tersebut. Namun mengenai penjelasan secara gamblang adanya dugaan pencemaran masih menunggu informasi dari tim lapangan.

“Saya belum mendapat informasi yang lengkap. Namun tim kami memang mau ke lapangan untuk melihat langsung, foto-foto sudah dikirim terkait kondisi hari ini,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Pos terkait