Kasus Corona di AS Tembus Angka Tertinggi dalam 6 Bulan Akibat Varian Delta – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Kasus Corona di AS Tembus Angka Tertinggi dalam 6 Bulan Akibat Varian Delta

Kasus Corona di AS Tembus Angka Tertinggi dalam 6 Bulan Akibat Varian Delta
Puluhan Jenazah Pasien Corona Menumpuk di RS Wyckoff, AS. Foto: REUTERS/Andrew Kelly

Badai varian Delta yang menerpa Amerika Serikat menyebabkan lonjakan kasus yang sangat buruk, terutama di wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari Reuters, penambahan kasus COVID-19 AS pada Rabu (4/8) mencapai di atas 100 ribu infeksi. Angka ini menjadi penambahan kasus harian tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Rata-rata kasus COVID-19 mingguan di AS mencapai lebih dari 94.819 infeksi, meningkat lima kali lipat hanya dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Tujuh negara bagian AS dengan tingkat vaksinasi terendah, yakni Florida, Texas, Missouri, Arkansas, Louisiana, Alabama, dan Mississippi, menyumbangkan setengah dari jumlah total kasus dan hospitalisasi akibat COVID-19 dalam sepekan terakhir.

Negara bagian Florida, salah satu hot spot penularan COVID-19 AS, mencatat penambahan kasus hospitalisasi hingga 12.373 pada Kamis (5/8).

Data milik Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS) menunjukkan, jumlah pasien COVID-19 anak di Florida adalah yang tertinggi di penjuru AS.

“23 persen dari hospitalisasi COVID-19 di AS berlokasi di Florida, dan rumah sakit mereka kini kembali kewalahan,” ujar Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, pada Rabu (4/8).

Kasus Corona di AS Tembus Angka Tertinggi dalam 6 Bulan Akibat Varian Delta (1)
Penampakan varian Corona Delta terungkap. Foto: Dok. Jason Roberts/VIDRL – Doherty Institute, 2021

Menurut Ahli Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci, dalam beberapa pekan ke depan, jumlah kasus harian bisa mencapai di atas 200 ribu infeksi akibat penularan varian Delta.

“Jika ada varian corona lainnya yang datang, dengan tingkat penularan yang sama tingginya [dengan varian Delta] namun jauh lebih parah, maka kita berada dalam masalah besar,” ujar Fauci pada Rabu (4/8).

“Orang-orang yang tidak divaksinasi berpikir bahwa ini hanya menyangkut mereka-mereka saja. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Ini menyangkut semua orang,” imbuhnya.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), saat ini varian Delta mendominasi hingga 93 persen dari total kasus baru COVID-19 di AS.

Sebagai upaya dalam melawan varian corona ini, AS berencana untuk memberikan vaksin dosis ketiga bagi penduduk yang memiliki gangguan pada sistem imun.

AS bersama Jerman, Prancis, dan Israel kompak menolak permintaan WHO soal penundaan pemberian vaksinasi dosis ketiga.

Sebelumnya, WHO meminta seluruh negara di dunia untuk tidak memberikan vaksin corona dosis tambahan setidaknya hingga seluruh warga di dunia sudah menerima vaksinasi setidaknya dosis pertama.

Pos terkait