GMNI Sukabumi Raya Tanyakan Kejelasan Pembangunan Pasar Pelita – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: GMNI Sukabumi Raya Tanyakan Kejelasan Pembangunan Pasar Pelita

MEDIA24JAM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Sukabumi mengenai kejelasan tentang pembangunan Pasar Pelita.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Anggi Fauzi mengatakan, sudah beberapa kali ganti pengembang dan adendum dikeluarkan, dari yang pertama hingga kita sudah yang keempatnya. Namun sampai hari ini pembangunan Pasar Pelita belum juga rampung.

Ia menilai, ini bukti ketidakmampuan pihak pengembang dalam menyelesaikan pembangunan Pasar Pelita dan juga kurangnya ketegasan dari Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan mengenai persoalan tersebut.

“Kami meminta kejelasannya. Sebab, tujuan pembangunan pasar modern ini tidak lain untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dan juga menjadikan Sukabumi ini menjadi bersih dan tidak semeraut,” kata Anggi kepada MEDIA24JAM, Kamis (05/8/2021).

Masih kata Anggi, faktanya hari ini tujuan mulia itu malah menjadi kebalikannya yang membuat Kota Sukabumi menjadi lebih semeraut.

“Pemerintah hanya memberikan bualan janji manis saja bagi para pedagang Pasar Pelita. Kita menuntut hal ini segera rampung,” tegasnya.

Meski sebelumnya lanjut dia, dipertemuan Forkopimda bersama perwakilan dari berbagai unsur masyarakat di Hotel Balcony belum lama ini, Bapak Wali Kota berstatemen ketika adendum keempat sudah berakhir dan bangunan masih belum selesai maka akan memutus kontrak secara sepihak.

“Pada 30 Mei 2021 pertanda bahwa waktu adendum keempat sudah selesai. Namun, lagi-lagi janji Wali Kota yang mengacu pada Permendagri No.19 Tahun 2016 sebelum pemutusan kontrak secara sepihak memberikan SP1, SP2, SP3 dan kemarin tepatnya pada 30 Juli SP3 pertanda waktu SP3 sudah selesai ini pun belum juga terwujud,” imbuhnya.

Mengenai hal itu, GMNI Sukabumi Raya akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga adanya titik terang kejelasan lanjutan Pasar Pelita ini.

“Aksi ini pun dampak dari rencan audiensi berasama Forkofimda yang tak kunjung jadi. Alasan kuat lainnya bahwa hari ini sudah melewati batas waktu pemutusan kontrak tersebut,” tegas Anggi.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Pos terkait