Empati Kajari Sukabumi di Tengah PPKM, Apa Itu? – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Empati Kajari Sukabumi di Tengah PPKM, Apa Itu?

MEDIA24JAM – “Laris manis tanjung kimpul!” Itulah kata yang terucap dari mulut Apang (39) saat dagangannya nyaris ludes terjual.

Pedagang sandal keliling asal Kampung Babakan Wareng, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi ini cukup meraup rupiah dalam waktu sekejap.

Bahkan, dia yang biasa keliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Hingga menapaki lorong demi lorong, pindah dari satu kampung ke kampung lainnya itu tidak dirasakan untuk hari ini.

Sebab, nasib muzur dirasakannya setelah sosok pejabat tertinggi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Bambang Yunianto ini secara spontan menghampirinya.

Hanya, terpaut jarak 6 meter dari posisi pedagang yang sedang menjajakan sandal dagangannya di depan halaman Kantor Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak itu, Kajari Kabupaten Sukabumi ini langsung memborongnya.

“Alhamdulilah, hatur nuhun pak Kajari Kabupaten Sukabumi,” ucapnya seraya sambil bersalaman sebagai ucapan terima kasih, diselingi ucapan beribu doa buat dirinya, Kamis (05/08/2021).

Sama sekali tak mengira, barang jualannya yang ditaruh pada tas besar yang ia bopong sehari-hari pun ludes dalam waktu singkat di sana. Apalagi, himpitan ekonomi di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) cukup menurun.

“Senang pokoknya. Sekitar 10 pasang sandal dibeli lebih mahal dari harga yang ditawarkan. Dan malah dikasih uang tambahan pula,” ujar Apang yang mulai tampak kegirangan itu.

Masih di lokasi yang sama, Bambang Yunianto bersama istri tercinta Rositha Yunianto, yang juga Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kabupaten Sukabumi itu mengaku ini dilakukan memang secara spontan.

“Kebetulan lagi ada giat Vaksinasi massal Covid-19 di sini, melihat ada pedagang sandal dengan spontan tertarik dan membelinya,” terang Bambang.

Uniknya lagi, Ia yang nampak tulus memborong sandal sang pedagang keliling itu pun kembali membagikan barang yang dibelinya kepada orang sekitar di sana. Sambil mengingatkan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Ini sedikit bentuk empati kami di tengah PPKM. Jangan lupa, pake maskernya!. Dan tetap mematuhi aturan pemerintah. Semoga laris terus ya,” tutup Bambang sambil menyodorkan 10 lembar uang 100 ribuan.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Pos terkait