Asa Penjual Bendera Merah Putih di Tasikmalaya Kala Pandemi – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Asa Penjual Bendera Merah Putih di Tasikmalaya Kala Pandemi

Asa Penjual Bendera Merah Putih di Tasikmalaya Kala Pandemi
Penjual bendera merah putih di Jalan KH. Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa

Untuk merayakan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, bendera merah putih menjadi salah satu barang yang tak ketinggalan. Biasanya, warga membeli bendera untuk dipasang di depan rumah.

Bacaan Lainnya

Permintaan bendera itu kemudian menjadi kesempatan bagi sejumlah penjual. Mereka biasa menjajakan dagangannya di ruas jalanan. Akan tetapi, peluang untuk meraih untung saat pandemi ini tak mudah karena sepinya pelanggan.

Meski begitu, sejumlah pedagang tetap semangat menjual dagangannya. Salah satunya dilakukan oleh Asep. Ia tetap optimis berjualan di jalan KH. Zenal Mustofa, Kota Tasikmalaya, Jabar.

"Ya mudah-mudahan bisa untung walaupun jualan lagi PPKM gini. Semoga banyak warga yang beli. Mudah-mudahan penjualan tahun ini tidak seperti tahun lalu," ujar Asep kepada wartawan, Kamis (5/8).

Ia mengaku omzetnya turun antara 40 hingga 50 persen. Heri mengatakan kebanyakan yang beli bendera adalah warga biasa. Bukan dari pegawai instansi atau perkantoran.

"Ya saat ini sepi kang. Sejak jualan awal Agustus sekitar 13 buah bendera yang terjual," imbuhnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Heri. Ia mengungkapkan omzet penjualan bendera di masa pandemi ini mengalami penurunan hingga 50 persen.

Asa Penjual Bendera Merah Putih di Tasikmalaya Kala Pandemi (1)
Penjual bendera merah putih di Jalan KH. Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa

"Ya saya dagang bendera sejak tahun 1987. Dagang bendera ini hanya di bulan Juni sampai Agustus saja. Kalau sehari-hari dagang kacamata di depan toko," kata Heri.

Meski begitu, ia optimis dagangannya laku. Sebab, ia telah memiliki langganan sekolah dan kantor pemerintah di Tasikmalaya.

"Ya kalau omzet turun sekitar 50 persen. Alhamdulillah jualan hari ini baru dapat Rp 1 juta, kalau sebelum pandemi dapat lebih besar," ujarnya.

Ia mengaku sangat beruntung mendapatkan pesanan berupa umbul-umbul merah putih sepanjang 500 meter dari seorang pelanggan.

Untuk masalah harga, satu buah bendera relatif terjangkau kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per bendera dengan ukuran 60 sentimeter kali satu meter.

"Saya optimis masih ada pembeli bendera sampai hari kemerdekaan nanti. Harus optimis ada yang beli," pungkasnya.

Pos terkait