5 Negara Abaikan WHO soal Penundaan Pemberian Dosis Ketiga: Israel hingga Jerman – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: 5 Negara Abaikan WHO soal Penundaan Pemberian Dosis Ketiga: Israel hingga Jerman

5 Negara Abaikan WHO soal Penundaan Pemberian Dosis Ketiga: Israel hingga Jerman
Seorang lansia menerima vaksin Pfizer / BioNTech COVID-19 di panti jompo Agaplesion Bethanien Sophienhaus di Berlin, Jerman, Minggu (27/12). Foto: Kay Nietfeld/Pool via Reuters

WHO pada Rabu (4/8), menyerukan moratorium pemberian vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada seluruh negara di dunia. Sebab, kesenjangan vaksinasi di berbagai negara semakin melebar.

Bacaan Lainnya

Tetapi, sejumlah negara membangkang dan akan tetap melangsungkan rencana vaksinasi booster sebagai salah satu upaya dalam melawan varian Delta. Negara-negara tersebut meliputi Israel, Jerman, Prancis, AS dan Chile.

Mereka akan memberikan suntikan ini kepada kelompok rentan terlebih dahulu, seperti lansia dan orang-orang dengan gangguan sistem imun.

Dikutip dari Reuters, Israel memulai program ini pada Jumat (30/7) dengan menyuntikkan vaksin Pfizer/BioNTech dosis ketiga kepada Presiden Isaac Herzog. Lansia berusia 60 tahun ke atas menjadi target dari vaksinasi ini.

“Siapa pun yang berusia di atas 60 tahun, dan belum menerima vaksin COVID-19 dosis ketiga, sangat berisiko terjangkit penyakit bergejala berat dan kematian,” ujar Perdana Menteri Naftali Bennett pada Kamis (5/8).

“Israel, dengan populasi 9,3 juta penduduk, adalah negara kecil yang penggunaan vaksinnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pasokan vaksin dunia,” imbuh Bennett.

5 Negara Abaikan WHO soal Penundaan Pemberian Dosis Ketiga: Israel hingga Jerman (1)
Seorang pekerja medis memegang botol vaksin corona ketika staf medis akan divaksinasi di Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, Sabtu (19/12). Foto: AMIR COHEN/REUTERS

Sementara Jerman pada Senin (2/8), mengumumkan akan memberikan vaksinasi dosis ketiga untuk lansia dan orang-orang dengan sistem imun lemah.

Dalam keterangan Kementerian Kesehatan Jerman, disebutkan bahwa suntikan booster ini juga akan ditawarkan kepada mereka yang divaksinasi dengan AstraZeneca dan Johnson & Johnson.

Prancis juga tengah mempersiapkan program vaksinasi dosis ketiga, menurut Presiden Emmanuel Macron. Rencananya, program itu akan dimulai pada bulan September.

“Dosis ketiga kemungkinan akan diperlukan. Tidak langsung untuk semua orang, tetapi untuk kelompok yang paling rentan dan para lansia,” ujar Macron pada Kamis (5/8).

Chile menyusul jejak ketiga negara dalam memberikan vaksinasi dosis ketiga. Pada Kamis (5/8), Presiden Sebastian Pinera mengatakan akan segera menyuntikkan dosis ketiga kepada mereka yang sudah divaksinasi dengan vaksin Sinovac.

5 Negara Abaikan WHO soal Penundaan Pemberian Dosis Ketiga: Israel hingga Jerman (2)
Gertrud Haase, wanita berusia 101 tahun, menerima vaksin Pfizer/BioNTech COVID-19 di panti jompo Agaplesion Bethanien Sophienhaus di Berlin, Jerman, Minggu (27/12). Foto: Kay Nietfeld/Pool via Reuters

Menurut Pinera, langkah ini dilakukan karena adanya penurunan efikasi vaksin pada beberapa bulan usai penyuntikan dosis kedua.

“Kami telah memutuskan untuk melaksanakan vaksinasi untuk mereka yang sudah menerima dua dosis vaksin Sinovac,” ujar Pinera.

Program ini rencananya akan dimulai pada 11 Agustus mendatang, dengan lansia 55 tahun ke atas sebagai penerima pertama. Vaksin yang digunakan dalam program ini adalah AstraZeneca.

Terkahir, Amerika Serikat juga menolak moratorium dari WHO tersebut. Ahli Penyakit Menular AS, Dr Anthony Fauci, mengatakan AS tengah berupaya untuk bisa memberikan vaksin dosis ketiga kepada orang-orang dengan gangguan sistem imun.

Sebelum pemerintah bisa memberikan rekomendasi dosis booster, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) harus memberikan izin penuh penggunaan vaksin COVID-19 dan mencabut izin darurat.

Tetapi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, mereka tengah mengusahakan pemberian vaksin dosis ketiga sebelum adanya izin penuh FDA.

“Sangatlah penting bagi kita semua untuk secepatnya memberikan dosis booster kepada orang-orang itu, dan kini kami tengah mengupayakannya,” ujar Fauci.

Pos terkait