Menko PMK Klaim Beras di Gudang Bulog Sukabumi – Cianjur Aman Hingga Tiga Bulan – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Menko PMK Klaim Beras di Gudang Bulog Sukabumi – Cianjur Aman Hingga Tiga Bulan

MEDIA24JAM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengklaim kebutuhan beras untuk warga Kabupaten Sukabumi di masa pandemi Covid-19, akan tercukupi selama tiga bulan kedepan.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan dari kepala cabang dan juga kepala gudang, bahwa untuk Sukabumi surplus dan suplainya dari petani sangat bagus. Selain itu, sudah tidak ada beras stok impor. Untuk itu dipastikan aman.

“Sehingga dapat dipastikan yang nanti dibagikan kepada warga penerima manfaat adalah beras produksi lokal dari Sukabumi dan Cianjur yang memiliki nama Beras Ciherang dan saya melihat berasnya ini bagus dan masih harum karen baru di panen,” kata Muhadjir Effendi saat melakukan kunjungan kerja di lokasi Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) Cianjur di wilayah Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja pada Selasa (03/08/21).

Beras untuk didistribusikan kepada warga yang terdampak Covid-19 ini merupakan beras jenis medium. Sementara untuk target Sukabumi sendiri mencapai sekitar 260.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan hingga saat ini beras yang sudah disalurkan kepada masyarakat mencapai sekitar 170.00 KPM.

“Insya Allah sampai tanggal 6 akan tuntas untuk penyalurannya dan saya jamin beras ini berasal dari Sukabumi dan Cianjur. Untuk ukurannya, jika kita hendak memberi orang itu, maka kita juga harus bisa makan. Jangan sampai beras yang orang tidak mau makan malah diberikan kepada orang lain. Nah, kalau ini saya juga juga mau makan berasnya, karena harum,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, beras yang dihasilkan dari petani di Sukabumi ini selain surplus, juga nantinya pemerintah tidak perlu lagi membeli beras dari luar atau impor.

“Jangan sampai hasil panen petani tidak terserap, karena ini berkenaan dengan harga. Tadi juga sudah ada kenaikan harga dari harga yang sebelumnya. Kemarin kan sempat ada anjlok harga gabah itu. Ini dibeli oleh pemerintah dan dipergunakan untuk Bansos,” imbuhnya.

Dirinya juga berharap kedepannya harga beras atau gabah di petani dapat terus merangkak naik harganya. Hal ini, dimaksudkan untuk mengangkat harga jual beli petani.

“Saat ini harga gabah dari petani itu sekitar Rp4.500 per kilogramnya. Sementara pada harga sebelumnya hanya pada kisaran Rp3.500 per kilogramnya. Nah, berarti saat ini, sudah ada kenaikan harga dan mudah-mudahan bisa naik kembali harganya nanti,” tandasnya.

Pihaknya mengaku, beras di Sukabumi telah terjadi surplus hingga mencapai 100 persen dalam ketersedian berasnya. Sehingga tidak ada lagi kekhawatiran untuk pendistribusian berasnya kepada warga di masa pandemi Covid-19 ini.

“Nanti juga akan ada belanja lagi. Namun, untuk saat ini berasnya masih aman untuk tiga bulan dan 10 kilogram itu untuk per satu KPM. Insya Allah aman untuk Sukabumi karena ketersediannya dari petani Sukabumi sangat mencukupi,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Pos terkait