Direktur LBH Bali soal Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Makar: Ini Kriminalisasi – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Direktur LBH Bali soal Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Makar: Ini Kriminalisasi

Dokumen LBH Bali dan AMP Bali diadukan ke Polda Bali. Foto: Dok. Istimewa
Direktur YLBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraing, buka suara atas pelaporan dirinya ke polisi. Vany diadukan atas dugaan makar ke Polda Bali.

Menanggapi pelaporan itu, Vany menilai aduan dugaan makar yang dilayangkan terhadap dirinya merupakan bentuk pelemahan HAM. Selain itu, aduan itu dinilai merupakan bentuk kriminalisasi.

“Ini merupakan bagian dari pelemahan HAM, kriminalisasi pengabdi bantuan hukum dan rasisme terhadap kawan-kawan Papua,” kata Vany saat dihubungi, Selasa (3/8).

Vany mengatakan, kegiatan yang dilakukan Aliansi Mahasiwa Papua (AMP) merupakan bentuk kebebasan berpendapat di muka umum. AMP berhak mendapatkan pendampingan hukum dalam saat berpendapat di muka umum.

Berdasarkan kode etik advokat, kata Vany, seorang kuasa hukum tak bisa dituntut secara perdata maupun pidana.

“Kami mendampingi dan memberikan bantuan hukum bagi pemohon bantuan hukum, seorang teroris pun masih punya hak atas bantuan hukum, apalagi kawan-kawan yang hanya menyampaikan pendapat di muka umum,” ucap dia.

“Kemerdekaan (berpendapat) itu gak cuma orasi, harus ada tindakan-tindakan lain, bagaimana ini diklasifikasikan ke tindakan nyata akan memerdekakan,” tambah dia.

Aksi protes di YLBHI LBH Bali. Foto: LBH Bali

Selain itu, Vany menjelaskan pendampingan LBH Bali terhadap organisasi yang menyampaikan pendapatnya di muka umum tidak hanya dilakukan terhadap AMP. LBH Bali pernah mendampingi organisasi lain yang menyampaikan pendapat di muka umum.

Beberapa organisasi lain itu adalah organisasi mahasiswa yang mengelar aksi tolak Omnibus Law atau serikat buruh saat memperingati May Day setiap tanggal 1 Mei.

“Yang kedua, itu sebenarnya bukan makar ya. Itu penyampaian pendapat di muka umum. Dasarnya adalah yang menyampaikan pendampingan pendapat di muka umum bukan hanya mahasiswa Papua. Ada beberapa organisasi mahasiswa lain juga didampingi. Seperti terkait aksi buruh di DPRD pun, juga demo mahasiswa tolak Omnibus Law,” kata Vany.

Oleh sebab itu, Vany merasa bingung dituding makar oleh ormas PGN Bali.

“Kalau dilaporkan makar. Kami juga gak paham maksudnya. Karena pada dasarnya ini pendampingan hukum terhadap orang-orang yang ingin mendapatkan pendampingan hukum. Kan balik lagi kami mendampingi klien terkait klien menyampaikan pendapat di muka umum,” kata dia.

Mahasiwa Papua Dianiaya Ormas saat Aksi 31 Mei 2021

PGN sebelumnya menuding LBH Bali telah memfasilitasi kegiatan aksi menyikapi tahanan politik dan pembebasan Papua dan Papua Barat pada Senin (31/5).

Vany lantas memberikan penjelasannya. Menurutnya, aksi tersebut diinisiasi oleh Front Mahasiwa Peduli Papua (Formalipa). Ketika itu, massa menitipkan sepeda motor mereka di LBH Bali dan berencana long march ke Polda Bali. Namun, massa Formalipa diadang massa ormas lain.

“Ormas reaksioner mengadang dan melakukan penganiayaan kepada kawan-kawan aksi. Kawan-kawan aksi masuk ke halaman LBH Bali,” kata Vany.

Aksi protes di YLBHI LBH Bali. Foto: LBH Bali

Beberapa anggota kepolisian sempat meminta aksi untuk segera dibubarkan. Tapi aksi tetap dilaksanakan di halaman LBH Bali setelah diskusi alot dengan polisi.

“Pendamping aksi (LBH Bali) berkoordinasi dengan polisi untuk melindungi masa aksi mengingat kawan-kawan sudah mengirim surat pemberitahuan dan aksi ini merupakan aksi penyampaian pendapat di muka publik , walaupun polisi tetap minta dibubarkan,” kata dia.

Lebih lanjut, Vany mengaku kaget mendengar empat anggota AMP ikut dilaporkan dugaan makar oleh PGN. Mereka diadukan karena mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat di asrama mahasiswa Papua, pada Selasa (27/7).

Empat orang itu yakni YK, YB, JSD dan NB. Vany mengecam pelaporan ini dan berencana melaporkan kasus ini ke Komnas HAM.

“Pelaporan terhadap ini baru tahu, kita akan buat pelaporan ke Komnas HAM berkaitan dengan perlindungan dan kriminalisasi HAM,” tutur Vany.

Aksi protes di YLBHI LBH Bali. Foto: LBH Bali

Pos terkait