Eko Pecahkan Rekor, Lisa Rumbewas Cetak Hattrick (Seri I) – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Eko Pecahkan Rekor, Lisa Rumbewas Cetak Hattrick (Seri I)

PENAMPILAN lifter andalan, Eko Yuli Irawan memang luar biasa dan boleh dibilang bintang Indonesia pada Olimpiade 2020 Tokyo. Bukan hanya tercatat sebagai lifter angkat besi milik Indonesia yang paling lama tampil di Olimpiade, Eko dengan medali peraknya itu telah menjadi penyumbang rutin medali dalam empat penampilan beruntun bagi Kontingen Indonesia pada pesta olahraga akbar dunia.

Bacaan Lainnya

Tampil pertama kali di Olimpiade Beijing 2008, Eko yang pernah menjadi juara dunia junior itu secara mengejutkan meraih medali perunggu. Sukses ini diteruskannya pada Olimpiade 2012 London dengan medali yang sama.

Kemudian, pria kelahiran Metro, Lampung, Indonesia, 24 Juli 1989 ini mengubah medali perunggu menjadi perak pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Dan, medali perak itu kembali dipertahankanya saat tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

Kenapa Eko disebut sebagai pemecah rekor pemasok medali bagi Kontingen Merah Putih? Ya, karena sebelum Eko, Indonesia telah memiliki lifter putri yang mencatat prestasi spektakuler. Dia adalah Raema Lisa Rumbewas. Lifter asal Papua ini telah mencetak hattrick dengan meraih medali pada tiga penampilan di Olimpiade.

Pada penampilan perdananya di Olimpiade 2000 Sidney dimana cabang ankat besi putri pertama kali dipertandingkan, Lisa yang ditangani Lukman membuat kejutan dengan meraih perak. Kemudian, dia kembali mempertahankan medali perak tersebut pada Olimpiade 2004 Athena. Terakhir, Lisa meraih medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing setelah lifter Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut medali lifter putri asal Belarusia, Natassa Novikawa yang positif menggunakan doping.

Lisa, panggilan akrab Raema Lisa Rumbewas yang lahir di Jayapura, 10 September 1980 adalah seorang atlet putri angkat besi asal Indonesia. Ia berasal dari keluarga atlet. Ayahnya, Levi Rumbewas pernah menjadi binaragawan terbaik Indonesia. Sementara ibunya, Ida Korwa juga seorang lifter. Keluarga ini boleh disebut perintis angkat besi di Papua.

Lisa Rumbewas. (Foto: Antara) 

Di Olimpiade 2020 Tokyo, Indonesia kembali menelorkan lifter putri Windy Cantika Aisah yang meraih medali perunggu di kelas 49kg pada penampilan perdananya. Cantika, panggilan akrab Windy Cantika sama dengan Lisa yang ibundanya juga lifter.

Bedanya, Siti Aisah yang merupakan ibu kandungnya Cantika pernah mengukir prestasi di ajang internasional. Dalam kariernya, Siti Aisah tercatat sebagai peraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Anerika Serikat 1987 dan perak Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Indonesia 1988.

Prestasi yang dicatat Eko maupun Lisa Rumbewas itu telah menunjukkan bahwa cabang olahraga angkat besi memang bisa dijadikan andalan. Apalagi, angkat besi sejak Olimpiade Sydney hingga Olimpiade 2020 Tokyo tidak pernah pulang tanpa medali. Sudah selayaknya, angkat besi yang masuk dalam 14 cabang olahraga prioritas pertama dalam Grand Desain Olahraga Nasional memiliki padepokan seperti cabang olahraga bulutangkis yang juga menjadi andalan Indonesia pada setiap Olimpiade.

Wajar jika Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi (PB PABSI), Rosan P Roeslani bangga dengan cabor yang dipimpinnya. Apalagi, calon Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat ini memasuki periode keduanya memimpin. Sebelumnya, Rosan terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABSI) periode 2015-2020.

Penulis : Azhari Nasution, Wartawan ,EDIA 24 JAM Group. ***

Pos terkait