Warga Jawa Timur Hancurkan Peti Mati Pasien COVID-19 Karena Kehebohan Upacara Pemakaman Islam | MEDIA24JAM

  • Whatsapp

Warga sebuah desa di Kabupaten Situbondo Jawa Timur tertangkap kamera sedang menghancurkan peti mati seorang pasien COVID-19 yang sudah meninggal, yang videonya beredar luas di Indonesia.

Klip itu menunjukkan lusinan penduduk desa menabrakkan peti mati ke tanah dan menghancurkannya dengan kayu gelondongan dan peralatan lainnya. Orang-orang yang secara luas dianggap sebagai anggota keluarga almarhum dapat terdengar menangis di klip lain, dengan salah satu dari mereka pingsan dan kemudian terlihat dibawa oleh penduduk desa.

“Kami sebenarnya menahan mereka dan melarang penduduk desa membuka peti mati. Tapi karena saking banyaknya orang, kejadian itu tidak bisa dihentikan,” kata Budiono, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Panji, mengatakan hari ini.

Seorang warga desa yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media lokal bahwa insiden itu dipicu oleh keluarga almarhum dan beberapa warga desa ingin memastikan bahwa jenazah dimandikan sesuai dengan upacara pemakaman Islam. Menurut laporan, mereka diganggu oleh desas-desus yang mengklaim bahwa pasien COVID-19 yang meninggal dibungkus dengan kain kafan saat masih berpakaian seperti pada saat kematian mereka sebelum mereka ditempatkan di dalam peti mati.

Orang-orang yang terlibat kemudian dengan paksa menyita peti mati, mengeluarkan jenazah dan membuka kafan, sebelum memandikannya kembali dan melakukan salat jenazah.

Agus Widodo, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo, mengatakan akan mulai memeriksa saksi-saksi, termasuk penanggung jawab pemakaman dan anggota keluarga almarhum. Berdasarkan hukum Indonesia, tersangka dalam kasus tersebut berpotensi dijerat dengan pasal-pasal yang menghalangi pelaksanaan pengendalian epidemi dan ancaman kekerasan terhadap pejabat yang bertugas. Mereka membawa hukuman maksimum 7 tahun penjara.

Selain itu, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Situbondo Dadang Bintoro membantah rumor tersebut dengan mengatakan bahwa penanganan seluruh pasien COVID-19 yang meninggal telah dilakukan sesuai dengan prosedur operasi standar dan hukum agama.

Kejadian ini menambah panjang daftar orang-orang yang melawan hukum dengan mengambil paksa orang yang mereka cintai yang meninggal karena COVID-19 dari pihak berwenang dan mengadakan prosesi pemakaman sendiri tanpa protokol kesehatan.

Akhir pekan lalu, Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur East di mana puluhan orang membakar peti mati setelah mengubur almarhum sendiri. Warga dikabarkan dipicu oleh hoaks tentang pengambilan bagian tubuh dan organ tubuh dari pasien COVID-19 untuk kepentingan medis tanpa persetujuan terlebih dahulu.

 

Baca juga:

Lebih banyak orang Indonesia beralih ke narkoba karena stres akibat pandemi: BNN

Indonesia larang kedatangan TKA selama PPKM, pemegang izin dibebaskan

Wanita tua Jawa Barat dengan COVID-19 ditemukan merangkul tubuh putrinya yang membusuk

Artikel ini, warga Jawa Timur menghancurkan peti mati pasien COVID-19 dalam kehebohan atas upacara pemakaman Islam, awalnya muncul di Coconuts, perusahaan media alternatif terkemuka di Asia.

Pos terkait