Cerita Khafid Sirotudin Budidayakan Madu Klanceng

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Cerita Khafid Sirotudin Budidayakan Madu Klanceng

BOSTHOMSON, KENDAL – Madu klanceng atau madu trigona dihasilkan oleh lebah kecil, ramping dan hitam yang disebut lebah Trigona Spp. Lebah ini merupakan spesies primitif yang hanya menghasilkan madu dalam jumlah sedikit.

Lebah trigona termasuk hewan liar dan tidak membuat madunya dengan cara tradisional dalam sisir madu heksagonal. Namun mereka menyimpan madunya dalam struktur hitam dan coklat kecil yang tidak beraturan, tercakup dalam propolis.

Khafid Sirotudin Owner dan Founder dari Tritisan Coffee & Tea Weleri yang saat ini tengah menekuni budidaya lebah Klanceng dan telah produk madu klanceng dengan label “KlancengMu”, menjelaskan lebah klanceng sangat berbeda dengan lebah madu jenis Apis. Dalam budidaya Lebah Klanceng , madu dan pollen diletakkan pada pot madu/pot pollen. Sedangkan lebah Apis mellifera meletakkan madu pada lubang-lubang heksagonal yang tersusun dalam sisir-sisir kotak budidaya.

“Banyak manfaat yang bisa kita rasakan setelah mengonsumsi madu KlancengMu secara rutin, setiap hari selama 2-3 pekan. Manfaat madu klanceng lainnya adalah lebih aman dan sehat bagi penderita Diabetes Mellitus atau kencing manis,” jelasnya kepada bosthomsonkendal.com, Minggu (16/7/2021).

Khafid mengatakan, pada dasarnya semua madu memang memiliki beragam manfaat dan khasiat untuk kesehatan.

“Asalkan madu tersebut asli/murni, dan bukan madu SOS (Sirupan, Oplosan dan Sintetis),” tandas Khafid
Namun, lanjut Khafid, mengingat kedua madu ini dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda, maka karakteristik madu yang dihasilkan juga berbeda.

Beberapa perbedaan madu Klanceng dengan madu lebah Apis lainnya, rasanya sedikit asam (kadar keasaman  3,05-4,55) dengan kadar air lebih banyak (kadar air 24-30%).

“Pokoknya rasanya unik, perpaduan asam-manis-sepet dan terkadang ada pahitnya,” jelas Khafid.

Selain itu, lanjutnya, tekstur madu Klanceng juga cenderung lebih encer dari madu yang dihasilkan lebah Apis (Apis mellifera, Apis cerana, Apis dorsata), karena kadar airnya lebih tinggi.

“Dari segi fisik, madu KlancengMu memiliki warna cokeat muda hingga tua menghitam. Selaras dengan umur madu di dalam pot madu dan lamanya penyimpanan setelah panen. Karena semakin lama warna madu menua dan rasanya semakin asam,” ujarnya.

“Karena produksi madu klanceng setiap koloni per stup/kotak budidaya lebih sedikit dan memiliki keunikan rasa dan manfaat itulah, maka harga madu klanceng juga relatif lebih mahal,” imbuh Khafid.

Menurutnya, terdapat perbedaan, namun keduanya sama-sama memiliki beragam khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh.

“Selain madu yang kita konsumsi memenuhi syarat kemurnian/asli, kita harus membiasakan minum madu setiap pagi minimal satu sendok makan (10 cc),” kata Khafid.

Beberapa khasiat yang kita dapatkan saat rajin mengkonsumsi madu klanceng, yaitu imunitas tubuh meningkat.

“Sebab madu klanceng memiliki kandungan flavonoid dan antioksidan sebagai zat penangkal terhadap risiko terpapar berbagai macam penyakit,” imbuhnya.

Namun, lanjut Khafid, mengingat kedua madu ini dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda, maka karakteristik madu yang dihasilkan juga berbeda.

Meski belum populer sebagaimana madu Apis umumnya, namun budidaya madu Klanceng memiliki sisi ekonomis bagi peternaknya.

“Dari harganya, madu Klanceng lebih mahal dari madu biasa, karena koloni lebah klanceng tidak menghasilkan madu yang berlimpah, yakni hanya 100-200 ml (T laeviceps) atau 500-700 ml (H itama) setiap stup per 3-4 bulan,” papar Khafid.

Meskipun demikian, peminat lebah Klanceng terbilang mulai banyak, lebahnya pun relatif lebih mudah dibudidayakan.

“Lebah ini tidak bersifat agresif dalam mempertahankan sarangnya sehingga berisiko kecil menimbulkan cidera pada manusia akibat gigitan lebah. Serta tidak perlu angon koloni (mengembala-red) sebagaimana lebah Apis Mellifera,” pungkas Khafid. (Hans).

Pos terkait