Ananta Sebut Upaya Pemerintah Atasi Dampak Pandemi terhadap Ekonomi Sudah Maksimal – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Ananta Sebut Upaya Pemerintah Atasi Dampak Pandemi terhadap Ekonomi Sudah Maksimal

JAKARTA – Anggota DPR Ananta Wahana menyatakan upaya pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi sudah maksimal. Ananta menyebut seluruh pihak perlu senantiasa bergotong royong membantu pemerintah mengatasi pandemi, termasuk dampaknya terhadap sektor perekonomian.

Bacaan Lainnya

“Setidaknya dalam mengatasi dampak pandemi terhadap ekonomi, saya pikir pemerintah sudah on the track. Meskipun masih minus, tetapi sudah mendekati pertumbuhan yang positif. Tentunya kita harus secara gotong royong dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” kata Ananta dalam acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR di Tangerang, Banten, Jumat (18/6/2021).

Ananta menegaskan pemulihan kesehatan tetap harus menjadi prioritas pemerintah. Apabila pandemi nantinya benar-benar teratasi, maka ekonomi tentu akan pulih. Meski, menurut Ananta, terkadang banyak kalangan merasa perekonomian sama sekali tidak bergerak selama pandemi Covid-19.

“Kesehatan harus clear. Kalau kesehatan clear, maka pemulihan ekonomi pasti mengikuti. Konsep itu yang harus kita bangun. Pemerintah sudah melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Anggota DPR pasti membujuk masyarakat agar program vaksinasi berjalan. Mesti kita yakini dengan demikian nanti ekonomi akan tumbuh,” ucap Ananta.

Anggota Komisi VI DPR juga menyampaikan peranan Komisi VI dalam mendukung berbagai program pemerintah mengatasi dampak pandemi terhadap ekonomi. Dikatakan, Komisi VI antara lain bermitra dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Sampai sekarang, menurut Ananta, setiap rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi VI, pembahasannya fokus membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar tidak terlalu terpuruk. Dicontohkan, Komisi VI mendorong agar program bantuan produktif usaha mikro dapat berjalan.

“Meskipun kita dalam kondisi sekarang ini posisinya UMKM itu sudah remuk juga sebenarnya. Sekarang (bantuan) menjadi Rp 1,2 juta, itu pun akhirnya kadang-kadang dipakai oleh para pelaku UMKM untuk menutupi kebutuhan hidup mereka. Tidak mengembangkan UMKM, tetapi untuk beli sembako,” ucap Ananta.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menuturkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui himpunan bank milik negara (Himbara) cukup besar kontribusinya dalam rangka memulihkan perekonomian. Sejumlah bank, seperti BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri, kata Ananta, menjadi ujung tombak. Pasalnya, seluruh program pemerintah disalurkan melalui Himbara.***

Pos terkait