Ade Armando: Membedakan Etika dan Etiket

  • Whatsapp

JIKA ada predikat akademisi paling kontroversial, Ade Armando layak menyandangnya. Bukan karena ilmu yang ia ajarkan di perkuliahan, melainkan karena berbagai pendapatnya di media sosial.

Doktor bidang komunikasi yang meng­ajar di Universitas Indonesia dan Universitas Pelita Harapan itu lantang menyuarakan pendapatnya sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 silam. Ia berani menunjukkan siapa yang ia bela dan siapa yang tidak. Kritik pedas masih sering ia lontarkan khususnya tentang kondisi dan kebijakan di DKI Jakarta.

Berbagai kritik pedas pun menyeret namanya ke dalam beberapa kasus. Namun, satu pun tak pernah berhasil menjebloskannya ke jeruji besi. Hal ini menimbulkan spekulasi di benak berbagai pihak terkait apakah Ade mempunyai ‘orang dalam’ yang kuat dalam hukum.

Dalam Kick Andy Double Check episode Perang Akal di Media Sosial yang tayang Minggu (20/6), yang menghadirkan Ade Armando, sama seperti yang lainnya Andy Noya penasaran terkait hal tersebut. Andy pun melontarkan pertanyaan perihal spekulasi yang beredar di tengah masyarakat itu. “Berkali-kali lolos, sampai ada yang bilang bekingnya kuat sekali. Setiap kali diperiksa, setiap kali lolos. Bagaimana ini?” ujar Andy.

Ade mengutarakan jika seringnya berhadapan dengan pihak berwajib membuat ia hafal bentuk pertanyaan dalam wawancara sehingga tak butuh waktu lama untuk menjawab.

Terkait kegawatan isu radikalisme dan sikap intoleran, Ade berpendapat hal itu sudah nyata di masyarakat. Ia pun memberikan contoh kasus ketika pihak yang menentang pemaksaan jilbab justru diserang.

Di sisi lain, Ade punya pandangan tersendiri soal batasan beropini di ranah publik. Baginya, batasan itu hanya bisa dibangun dengan memahami perbedaan etika dan etiket. Keduanya memiliki perbedaan jelas karena etika terkait pertimbangan-pertimbangan moral yang mendasar dan disepakati bersama, sedangkan etiket bergantung pada konteks dan kebutuhan.

Tak ketinggalan Andy meminta analisis Ade untuk Pilpres 2024. “Sebagian orang percaya pada pemahaman bahwa Pak Jokowi ialah presiden yang cukup tangguh untuk paham-paham yang sudah dibicarakan tadi sehingga muncul juga kekhawatiran Pak Jokowi selesai. Lalu bagaimana nasib negara kita, analisisnya bagaimana?” tanya Andy.

Simak jawaban lengkap Ade dalam tayangan malam ini. (*/M-1)


Pos terkait