Dasyatnya Peran Guru dalam Membantu Perkembangan Anak Didik

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Dasyatnya Peran Guru dalam Membantu Perkembangan Anak Didik

 122 total views,  122 views today

OLEH: ISTIQOMAH, S.Pd

 

GUNA mewujudkan tujuan hidup peserta didik secara optimal sangat dibutuhkan peran guru yakni dalam membantu perkembanganya. Ini muncul karena manusia adalah mahluk lemah,sejak lahir,bahkan pada saat meninggal. Semua itu menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangnya,demikian halnya peserta didik.

Anak usia dini adalah individu yang sedang menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan sangat fundamental bagi proses perkembangan selanjutnya. Rasa ingin tahu yang kuat terhadap segala sesuatu merupakan ciri yang menonjol pada anak usia TK.

Sebab anak usia ini memiliki sikap berpetualang yang begitu kuat, banyak memperhatikan, membicarakan, atau bertanya tentang berbagai hal yang sempat dilihat atau didengarnya, memiliki keinginan yang kuat serta masih tidak dapat berlama-lama duduk dan berdiam diri.

Mulyasa (2013:37) mengatakan: dapat didefinisikan peran guru, yakni guru sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu (innovator), model, dan teladan, pribadi, peneliti ,kreativitas, pembangkit, pandangan pekerja rutin, pemindah, kemah, pembawa cerita ,actor ,evaluator, dan sebagai kulmiator. Untuk mengetahui apakah seorang guru telah menunjukkan kinerja profesionalnya pada waktu mengajar dan Mendeskripsikan mutu kinerjanya tersebut,maka guru perlu memiliki kemampuaan untuk mengevaluasinya.

Cara yang dapat ditempuh untuk melakukan evalusi tersebut diantaranya dengan menggunakan skala penilian diri(self evaluation),kousioner yang memuat skala penilaian oleh pada peserta didik sebagai umpan balik (feedback) tehadap kompetensi kinerja tersebut,dan skala penilian oleh teman sejawat (peer evaluation). Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa seseorang guru memiliki andil yang sangat besar dalam kebehasilan pembelajaran disekolah,karena guru sangat berperan penting dalam perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.

Salah satu aspek yang dikembangakan sejak dini adalah perkembangan bahasa pada anak,bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena disamping itu berfungsi sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan pikiran dan sekaligus sebagai alat untuk memahami perasaan dan pikian kepada oang lain. Menurut Morrison (2012:223) kemampuaan berbahasa pada anak perkembangan selama masa prasekolah,Morrison mengatakan bahwa kosakata ,jumlah kata,yang diketahui akan terus bekembang oleh karena itu peran guru dalam pengembangan bahasa pada anak usia dini sangatlah penting.

Selama masa prasekolah perkembangan bahasa anak beragam dan komperatif,menunjukan jangkauan pembelajaran sangat mengesankan lagi adalah bahwa anak belajar intututif, tanpa banyak instrusi, aturan bahasa yang diterapkan pada kata dan prasa yang mereka gunakan. Untuk pengembangan bahasa pada anak dapat dilakukan dengan banyak latihan seperti, bernyanyi, membaca, berbicara, atau berkomunikasi, dengan anak secara langsung dan dengarkan lagu-lagu sesuai dengan tema, kegiatan bernyanyi merupakan salah satu metode pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi anak pada saat belajar.

Peran guru menurut Corwin Pres (dalam Nielsen, 2006:15) adalah merencanakan dan menyiapkan lingkungan belajar. Karena anak usia dini belajar melalui permainan, penting untuk menyediakan material dan perlengkapan yang diperlukan untuk aktivitas permainan penuh makna yang mendukung perkembangan kecerdasan ganda.

Kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan bila anak terlibat dalam proses pembelajaran,yang dimaksud terlibat dalam pembelajaran bahwa anak dapat menyampaikan perasaan dan pikiran secara langsung. Dalam proses pembelajaran peserta didik sangat penting dalam mendorong proses yang sangat menarik atau menggunakan metode pembelajaran misalnya, bernyanyi, becerita, tanya jawab, dan yang dapat melibatkan anak secara langsung,dalam perkembangan bahasa.

Hasil observasi awal yang dilakukan penulis di PAUD Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi bahwa dilapangan guru belum memaksimalkan keterlibatan anak sehingga guru mendominasi pembelajaran dengan metode seperti menulis,penyampaian materi,tanya jawab, pada dasarnya hanya menekan pada konsep pencapaian tekstual semata tetapi bukan menumbuhkan atau pengembangan aktivitas belajar, dan membuat anak menjadi malas dan merasa bosan dalam mengikuti pelajaran yang dilakukan ,khususnya pada saat pengembangan bahasa lisan anak. (*)

Guru di TK ABA 01 Sarirejo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal

Editor: Abi Zhaf

 

 

 

Pos terkait