Yang Mana Lebih Sehat, Susu Nabati atau Susu Sapi?

  • Whatsapp

Susu menjadi minuman rutin yang dikonsumsi oleh banyak orang lantaran mengandung protein dan kalsium. Akan tetapi, manakah yang lebih sehat, susu nabati atau susu hewani (dairy milk), termasuk susu sapi? 

Dalam beberapa tahun terakhir, susu nabati jadi yang paling banyak dikonsumsi dibandingkan susu hewani. Susu nabati bisa terbuat dari gandum, badam (almond), biji rami, kacang polong, kedelai, dan sebagainya. 

Dilansir dari huffpost.com, Rabu (16/6), para ahli mengatakan bahwa ketika harus memilih antara susu nabati dan susu, tidak ada jawaban mutlak dari perspektif kesehatan. Keduanya bisa baik atau buruk bagi seseorang, tergantung pada berbagai faktor.

“Tidak ada cara untuk menguraikan mana yang lebih berbahaya atau bermanfaat bagi kesehatan manusia (secara umum), karena begitu banyak faktor yang terlibat, seperti gaya hidup, genetika, dan riwayat kesehatan,” kata Kylene Bogden, ahli diet dan penasihat kesehatan untuk Love Wellness.

“Susu sapi merupakan sumber yang sangat baik dari banyak nutrisi, termasuk kalsium, vitamin D, kalium, asam lemak seperti CLA dan Omega-3, kalium, magnesium dan banyak lagi. Namun, profil nutrisi dalam susu nabati seringkali sebanding dengan susu sapi karena produsen membentenginya dengan vitamin dan mineral,” kata Dr. Gretchen San Miguel, kepala petugas medis untuk Medi-Weightloss.

Bogden dan San Miguel merekomendasikan untuk memperhatikan keterangan label sehingga dapat lebih memahami kandungan produk.

“Semua susu sapi akan mengandung hormon pertumbuhan alami. Namun, beberapa mengandung hormon pertumbuhan sintetis yang dikenal sebagai rgGH atau rbST, yang diberikan kepada sapi untuk membuat mereka memproduksi lebih banyak susu. Ini berpotensi dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa kondisi, termasuk resistensi antibiotik,” ujar San Miguel. 

Dia menambahkan untuk menghindarinya, cari label yang bertuliskan “rbGH-free” atau “rbST-free”. 

Adapun susu nabati, beberapa menambahkan gula (ada jumlah gula yang layak dalam susu sapi yang terjadi secara alami dari laktosa) dan karagenan adalah bahan yang berpotensi berbahaya yang ditambahkan untuk mengentalkan dan meningkatkan umur simpan.

Para ahli merekomendasikan, jika mencari susu nabati yang paling sehat, pilihlah yang tanpa tambahan gula atau aditif. Jika mencari susu hewani paling sehat, pilihlah yang tidak mengandung hormon tambahan.

Jika mencoba menghindari lemak jenuh karena kondisi jantung, mungkin dengan menghindari semua jenis susu sapi kecuali skim. Sedangkan jika memperhatikan asupan karbohidrat, susu oat (yang dapat mengandung 15 gram karbohidrat per porsi) mungkin bukan pilihan terbaik.

“Fokus pada dasar susu Anda. Misalnya, nasi dan gandum akan memiliki gula/karbohidrat alami yang lebih tinggi dan lebih sedikit lemak dibandingkan almond atau kelapa. Almond dan kelapa akan memiliki lebih banyak lemak dan lebih sedikit gula alami, karena gandum dan beras adalah biji-bijian, dan kelapa dan almond adalah kacang. Jadi, tergantung pada tujuan kesehatan Anda dalam penambahan berat badan, kesehatan jantung, lainnya. Anda akan memilih susu yang sesuai,” kata Bogden.

Jika punya preferensi lain, unoama mencoba membuat pilihan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, pilihlah yang berbasis tumbuhan atau nabati.

Menurut para peneliti di Oxford, susu sapi dikaitkan dengan lebih banyak emisi gas rumah kaca, penggunaan air, dan penggunaan lahan daripada beras, kedelai, oat, dan susu almond. Jadi, salah satu alternatif nabati ini lebih ramah lingkungan daripada susu sapi. (M-2) 

 


Pos terkait