Sandiaga, Atta-Aurel Berdesakan Saat Promosi Wisata, Netizen: Hukum Prokes Hanya untuk HRS – MEDIA24JAM

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Sandiaga, Atta-Aurel Berdesakan Saat Promosi Wisata, Netizen: Hukum Prokes Hanya untuk HRS

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno bersama Atta Halilintar mengunjungi Desa Wisata Maria di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (13/6/2021).

Bacaan Lainnya

Tiba di Desa Wisata, Sandiaga Uno dan Atta yang didampingi Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri serta rombongan mendatangi lokasi Uma Lengge, salah satu situs sejarah yang terletak di puncak Desa Maria.

Kedatangan mereka pun disambut riuh para warga yang sudah menunggu. Sehingga kerumunan yang besar pun tak dapat dihindarkan, saat datang Sandiaga Uno, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah pun berdesakan dalam kerumunan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, netizen ramai berkomentar. “Selama bukan di petamburan mah aman…”, tulis @cuantastix.

“Jangan berkerumun katanya..tapi dia bikin kerumunan..telek..”, tulis @Yayangaja7.

“hukum prokes hanya untuk IB HRS ya, miris…semakin memarken arogansi kekuasaaan dan kebijakan ambigu….”, balas @rainysky102.

“Udah bukan online lagi, udah oleng kalau kek gini”, sahut @akhja.

“Kerumunan yg dilindungin undang undang”, sindir @BujangSeenang.

Untuk diketahui, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah untuk mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Desa Wisata Maria di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Tak hanya itu, mengajak desa-desa wisata lainnya di Nusa Tenggara Barat serta Indonesia pada umumnya untuk ikut serta di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Mereka menyambangi kunjungan ke Desa Wisata Maria, Kabupaten Bima, pada Minggu 13 Juni 2021. Sandiaga menilai keberadaan Desa Wisata Maria akan mampu memberikan multiplier effect yang besar bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Bima.

“Desa Wisata Maria ini mampu memberikan multiplier effect yang mendalam bagi masyarakat. Ini yang kita dorong, serta saya juga menginstruksikan kepada jajaran Kemenparekraf untuk memberikan pendampingan terkait homestay dan perlengkapan kebersihan di sini,” kata Sandiaga dalam keterangan resminya.

Desa Wisata Maria Wawo, Kabupaten Bima, dipilih dalam kegiatan sosialisasi ini karena desa wisata ini terkenal dengan wisata adat budayanya.

Seperti Uma Lengge yang merupakan bangunan tradisional Suku Mbojo yang mendiami wilayah yang kini masuk dalam Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Uma Lengge berbentuk kerucut di bagian atap. Pada zaman dulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sebagian digunakan juga sebagai lumbung padi.

Selain itu juga atraksi budaya lainya seperti tari sambutan adat Makatua, Tari Wura Bongi Monca, Kareku Kandei (menumbuk padi dengan bunyi berirama), tari Mpa’a Ntumbu Tuta.

“Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka. Bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia,” katanya.***

Pos terkait