Roblox Dituntut $200 juta Karena Gunakan Lagu Tanpa Izin

  • Whatsapp

PENERBIT musik AS yang mewakili artis seperti Ariana Grande, Imagine Dragons, dan Rolling Stones mengatakan Kamis (10/6) bahwa mereka menuntut video game terkenal Roblox karena diduga menggunakan lagu tanpa izin.

Ketua Asosiasi Penerbit Musik Nasional (NMPA), David Israelte mengumumkan gugatan terkait hak cipta pada pertemuan tahunan.

Dia berpendapat bahwa Roblox yang berbasis di Silicon Valley mengambil keuntungan dari kurangnya pemahaman anak muda tentang hak cipta. Namun mereka hampir tidak melakukan apa pun untuk mencegah pelanggaran hak cipta atau memperingatkan pengguna tentang risikonya.

“Mereka telah menghasilkan ratusan juta dolar dengan mengharuskan pengguna membayar setiap kali mereka mengunggah musik ke platform,” kata Israelte.

Gugatan itu menuntut setidaknya $200 juta kepada Roblox atas penggunaan musik tanpa izin di platform game mereka. Namun, NMPA tidak mengatakan di pengadilan mana gugatan itu diajukan.

Baca juga: Dua Lipa jadi Musikus Paling Banyak Didengar

Dalam balasannya, Roblox mengatakan bahwa mereka juga tidak mentolerir pelanggaran hak cipta dan mengambil tindakan terhadap mereka yang melanggar aturannya.

“Kami terkejut dan kecewa dengan gugatan ini yang mewakili kesalahpahaman mendasar tentang bagaimana platform Roblox beroperasi, dan akan membela Roblox dengan penuh semangat untuk mencapai resolusi yang adil,” kata perusahaan itu.

Roblox populer di kalangan pemuda di seluruh dunia. Dengan avatar seperti Lego dan pengkodean yang mudah dipelajari untuk para programmer pemula, aplikasi game online telah menjadi clubhouse yang berkembang untuk para gamer muda.

Banyak dari pengguna aplikasi ini yang berusia di bawah 16 tahun. Hingga akhir tahun lalu, lebih dari 31 juta pengguna menggunakan Roblox di perangkat seluler, desktop, atau konsol tiap harinya.(OL-4)


Pos terkait