Potensi Industri Di Kendal Bisa Dijadikan Percontohan Nasional

  • Whatsapp
Fokus Group Discussion (FGD) Industrialisasi di ruang Abdi Praja Pemkab Kendal, Kamis (10/6/2021)

MEDIA 24 JAM: Potensi Industri Di Kendal Bisa Dijadikan Percontohan Nasional

BOSTHOMSON – Kendal memilki potensi Industri yang bisa menjadi percontohan untuki daerah lainnnya Karena memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) lebih dari 30%.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI, Taufiek Bawazier, usai mengisi acara Fokus Group Discussion (FGD) Industrialisasi di ruang Abdi Praja Pemkab Kendal, Kamis (10/6/2021).

Selain itu menurut Taufiek Bawazier, Kendal memiliki potensi sebagai daerah percontohan kawasan industri karena sudah memiliki Kawasan Industri Kendal, juga mempunyai pabrik baja, dan potensi pariwisata yang cukup tinggi.

“Alat ukur yang paling sederhana adalah PDRB. Lebih dari 30% itu sudah dikatakan industrialisasinya tinggi. Kalau semakin tinggi bisa memberikan kemakmuran kepada masyarakat,”jelasnya.

Sementara terkait tehnologi Taufiek Bawazier mengatakan pihaknya telah mendirikan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri (PIDI 4.0) untuk memberikan pengalaman langsung dan pendampingan kepada industri dalam penerapan industri 4.0 yang diharapkan mampu mengakselerasi pengembangan SDM industri.

“PIDI 4.0 merupakan pusat pembelajaran manufaktur digital yang membantu perusahaan mengembangkan operasi, desain, dan produktivitas mereka di seluruh rantai nilai,” kata Taufiek Bawazier.

Acara FGD yang juga dihadiri oleh Bupati Kendal Dico M ganinduto, serta Direktur PT Terryham Proplas Indonesia, Syamsunar sekaligus sebagai moderator mengambil tema “ Penguatan Industri Hilir di Kabupaten Kendal”.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam pemaparannya mengatakan, untuk implementasi, pemerintah akan mengurangi hambatan-hambatan di sektor perindustrian, sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kendal.

“Salah satu target yang bisa didorong adalah pengembangan industri padat karya berorientasi ekspor di Kabupaten Kendal melalui Kawasan Industri,” jelas Dico.

Dico juga menambahkan pihaknya akan berkolaborasi dengan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, provinsi dan pihak ketiga swasta dan dari kalangan akademisi. Sehingga industri yang ada di Kendal bisa menjadi lebih baikdab berdaya saing.(Win)

Pos terkait