Daftar List Saham Blue Chip di Bursa Efek Indonesia

  • Whatsapp

MEDIA 24 JAM: Daftar List Saham Blue Chip di Bursa Efek Indonesia

Saham Blue Chip saat ini menjadi salah satu saham papan atas atau saham unggulan. List saham Blue Chip telah banyak bermunculan di Indonesia. Namun sebelum mengetahui beberapa listnya, kamu bisa mempelajari dulu tentang saham, terutama saham Blue Chip.

Pengertian saham adalah surat atau bukti seseorang memiliki bagian modal dari sebuah perusahaan. Seseorang yang memiliki saham mempunyai hak dari sebagian aset perusahaan sesuai dengan jumlah sahamnya. Selain itu, pemilik saham juga mempunyai hak untuk mendapatkan dividen yang sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Lalu apa itu saham Blue Chip? Saham Blue Chip adalah saham unggulan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen. Selain itu, saham Blue Chip ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang tinggi yaitu biasanya di atas Rp 40 triliun.

Daftar List Saham Blue Chip Indonesia

Di Bursa Efek Indonesia telah tercatat lebih dari 600 saham yang telah terdaftar. Berikut merupakan beberapa saham Blue Chip yang memiliki performa baik:

1. BCA (Bank Central Asia) – BBCA

Saham Bank Central Asia (BCA) merupakan saham terbaik dan terbesar di Indonesia saat ini. Perusahaan ini memiliki tingkat profesionalitas yang tinggi terbukti pada Return On Asset (ROA) yang berada pada nilai paling tinggi di antara bank lainnya.

BCA memberikan dividen final dari tahun buku 2019 sebesar Rp 455 per saham dan dividen interim Rp 100 per saham yang dibayarkan pada akhir tahun 2019. Total dividen yang diberikan BCA sebesar Rp 555 per saham.

Dengan kokohnya status fundamental BBCA menjadikan BBCA sebagai saham Blue Chip pilihan banyak investor.

2. BRI (Bank Rakyat Indonesia) – BBRI

Saham BBRI menjadi salah satu saham yang diminati oleh banyak investor karena performa baiknya. Saham BRI termasuk kelompok paling aktif dalam perdagangan di bursa efek. Saham dengan kode BBRI ini menjadi salah satu saham pilihan dalam investasi.

Pada tahun 2019, BRI sukses memperoleh laba sebesar Rp 34,42 triliun. Kinerja saham Blue Chip BRI memberikan komitmen yang baik secara terus menerus dengan memberikan pinjaman kredit kepada UMKM.

Untuk keuntungan tahun buku 2019, BBRI membagikan dividen sebesar Rp 168 per lembar saham dengan total Rp 20,63 triliun atau sama dengan 60% dari laba 2019.

3. PT Unilever Indonesia Tbk – UNVR

Unilever Indonesia menjadi salah satu korporasi consumer goods terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki brand-brand terkenal yang mungkin sering Anda dengar dan gunakan, seperti Royco, Rexona, Dove, Kecap Bango, Molto, Pond’s, Rinso, Lifeboy, dan masih banyak brand lainnya.

Sejak tahun 2014, ROE Unilever selalu berada di atas 100 persen. Profit Unilever juga selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan pada tahun 2019 laba Unilever mencapai Rp 7,4 triliun.

Untuk keuntungan tahun buku 2019, Unilever membagikan dividen senilai Rp 430 per saham dengan total Rp 3.28 triliun. Semua ini menjelaskan bahwa saham Blue Chip Unilever dapat terus tumbuh hingga 10 tahun ke depan.

4. PT Telkom Indonesia Tbk – TLKM

Telkom Indonesia menjadi bagian dari salah satu saham Blue Chip terbaik di Indonesia. Telkom juga merupakan market leader di bidang telekomunikasi yang memiliki masa depan yang cerah.

ROE Telkom Indonesia terus tumbuh setiap tahunnya. Telkomsel juga membagikan dividen secara rutin setiap tahun. Untuk keuntungan tahun buku 2019, Telkom Indonesia telah membayar dividen sebesar Rp 113 dengan total Rp 15,26 triliun.

5. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – ICBP

PT Indofood CBP Sukses Makmur atau disingkat ICBP adalah perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan produsen pembuat mie instan paling populer di Indonesia, yaitu Indomie.

Pertumbuhan penghasilan di ICBP sangatlah konsisten dari tahun ke tahun. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sangatlah signifikan. ROE ICBP mencapai 21 persen dan ROA 13,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa saham industri makanan berada di atas rata-rata.

Untuk keuntungan tahun buku 2019, ICBP membagikan dividen tunai sebesar Rp. 215 per saham dengan total Rp 2,5 triliun.

6. PT. Bank Mandiri (persero) Tbk – BMRI

Bank Mandiri merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Saham Bank Mandiri yang berkode BMRI ini menjadi salah satu saham pilihan investor asing, ini sejalan dengan semakin baiknya fundamental dari perusahaan BUMN ini dari tahun ke tahunnya.

7. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) – PGAS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. disingkat PGN, adalah sebuah perusahaan yang fokusnya bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi.

8. PT Astra International Tbk – ASII

Astra merupakan grup perusahaan yang ruang lingkup kegiatan Perseroan seperti yang tertuang dalam anggaran dasarnya yaitu perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi.

Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi

9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – BBNI

Bank Negara Indonesia (BNI) adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia. Bank ini didirikan pada tanggal 5 Juli tahun 1946. BNI merupakan salah satu bank dengan aset terbesar di Indonesia.

10. PT United Tractors Tbk – UNTR

United Tractors adalah distributor peralatan berat terbesar dan terkemuka di Indonesia yang menyediakan produk-produk dari merek ternama dunia yaitu Komatsu, UD Trucks, Scania, Bomag, dan Tadano.

United Tractors juga merupakan suatu grup perusahaan yang bergerak di lima bidang usaha yaitu bidang Distribusi Alat Berat (disebut Mesin Konstruksi), Kontraktor Penambangan, Pertambangan (Batu Bara dan Emas), bidang Konstruksi Sipil (disebut Industri Konstruksi), dan Energi.

11. PT Aneka Tambang Tbk – ANTM

Antam adalah suatu anak perusahaan Inalum yang kegiatan perusahaannya mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Komoditas utama Antam adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama Antam adalah pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi.

12. PT Gudang Garam Tbk – GGRM

Gudang Garam merupakan sebuah merek dan perusahaan produsen rokok terbesar dan terpopuler di Indonesia. Perusahaan ini memiliki kompleks tembakau sebesar 514 hektare di Kediri, Jawa Timur. Dan memiliki banyak sekali produk rokok dengan merek Gudang Garam.

13. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk – HMSP

HM Sampoerna adalah perusahaan rokok terbesar pertama di Indonesia. Beberapa merek rokok terkenal dari Sampoerna adalah Dji Sam Soe dan A Mild.

14. PT Mayora Indah Tbk – MYOR

Mayora adalah salah satu perusahaan consumer goods terbesar di Indonesia. Beberapa merek konsumsi yang populer dari Mayora adalah Torabika, Biskuit Roma, Astor, Beng-Beng, Kopiko, Permen Kis, Energen, dan masih banyak lagi.

15. PT Bank Syariah Indonesia Tbk – BRIS

Bank Syariah Indonesia merupakan bank hasil merger dari Bank BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan Bank BNI Syariah, yang menjadikan bank ini sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu bank dengan aset terbesar di Indonesia.

Meskipun baru didirikan, potensi Bank Syariah Indonesia sungguh sangat besar. Dengan mengemban title market leader di bidang keuangan syariah di Indonesia, BSI memiliki ambisi masuk ke dalam sepuluh besar bank syariah dunia.

16. PT Sarana Menara Nusantara Tbk – TOWR

Sarana Menara Nusantara merupakan perusahaan investasi dan jasa penunjang telekomunikasi. Produknya adalah penyewaan dan perawatan menara telekomunikasi untuk para operator telekomunikasi di Indonesia.

Sarana Menara Nusantara merupakan raja menara telekomunikasi di Indonesia untuk saat ini. Disamping itu, bisnis menara telekomunikasi saat ini memiliki prosfek masa depan yang cerah. Selain karena semua orang membutuhkan konektivitas internet, bisnis menara telekomunikasi juga memiliki masa kontrak jangka panjang selama 10 tahun dari operator telekomunikasi di Indonesia.

Saham-saham di atas bukanlah suatu rekomendasi atau ajakan untuk kamu agar berinvestasi di saham-saham tersebut. Semua keputusan investasi kamu menjadi tanggung jawab kamu sendiri sebagai investor. Oleh karena itu, kamu harus melakukan research lebih dalam sebelum membeli atau menjual.

Pos terkait