Jarang Mengganti Celana Dalam, Ini 5 Bahanya Ladies

  • Whatsapp

Area kewanitaan memang perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. Salah satu cara yang bisa yang bisa dilakukan untuk itu adalah dengan mengganti celana dalam secara berkala. Meskipun terdengar sepele, mengganti celana dalam menjadi sesuatu yang penting karena terkait dengan kebersihan area organ intim. Jika tidak, maka sejumlah bahaya pun akan turut mengintai.

Apa saja bahayanya? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Risiko Infeksi Jamur





Ilustrasi infeksi jamur/freepik.com

Bahaya pertama yang bisa mengintai saat malas mengganti celana dalam adalah risiko infeksi jamur. Hal tersebut dikarenakan kondisi organ intim yang lembap. Terlebih lagi untuk Ladies yang memiliki aktivitas tinggi. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, maka potensi untuk berkeringat semakin tinggi sehingga kelembapan area organ intim juga meningkat.

Jika dibiarkan dan tidak mengganti celana dalam, maka akan mempermudah kotoran dan kuman untuk hinggap dan pada akhirnya pertumbuhan jamur pun sangat berpotensi untuk menginfeksi.

2. Muncul Rasa Gatal dan Iritasi




Ilustrasi rasa gatal karena jarang ganti celana dalam/freepik.com
Ilustrasi rasa gatal/freepik.com

Selanjutnya adalah memunculkan rasa gatal dan iritasi. Adapun pemicu dari rasa gatal ini dikarenakan adanya penumpukan bakteri pada celana dalam yang berpindah ke area miss V.

Tentu saja hal tersebut akan terjadi jika celana dalam dalam kondisi jarang diganti sehingga kebersihannya tidak lagi terjamin. Meskipun tidak begitu fatal, iritasi dan rasa gatal yang ditimbulkan tentu saja dapat menimbulkan rasa tidak nyaman selama beraktivitas.

3. Munculnya Ruam Pada Kulit




Ilustrasi ruam pada kulit sekitar organ intim akibat jarang mengganti celana dalam/freepik.com
Ilustrasi ruam pada kulit/freepik.com

Jarang mengganti celana dalam juga bisa menyebabkan munculnya ruam pada kulit. Hal ini ditandai dengan adanya kemerahan, ruam hingga benjolan pada area miss V. Kondisi demikian ini disebabkan adanya minyak berlebih dan juga kelembapan yang tinggi.

Alhasil, kotoran dan kuman menjadi lebih mudah untuk masuk ke dalam pori-pori kulit dan timbul lah gejala ruam tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan kebersihan area miss V, yang salah satunya bisa dilakukan dengan mengganti celana dalam secara rutin.

4. Memunculkan Bau Tidak Sedap




Ilustrasi bau tak sedap bisa muncul jika jarang ganti celana dalam/freepik.com
Ilustrasi bau tak sedap/freepik.com

Area miss V pada dasarnya memiliki aroma yang khas. Namun pada kondisi tertentu bisa berubah menjadi bau tak sedap jika kuman dan bakteri mulai bersarang. Hal tersebut bisa terjadi saat pemicu bakteri dan kuman tersebut dibiarkan.

Salah satu pemicu yang seharusnya dihindari adalah membiarkan celana dalam dalam kondisi lembap dan tidak diganti secara rutin. Terlebih lagi saat mengalami keputihan, bau tak sedap yang ditimbulkan akan semakin parah.

5. Risiko Infeksi Saluran Kemih




Ilustrasi infeksi saluran kemih akibat masuknya kuman karena jarang ganti celana dalam/freepik.com
Ilustrasi infeksi saluran kemih/freepik.com

Nah, satu lagi bahaya yang bisa mengintai saat jarang mengganti celana dalam adalah risiko infeksi saluran kemih atau yang disingkat dengan ISK. Penyakit yang satu ini terbilang cukup berisiko untuk seorang wanita, dimana salah satu penyebabnya ialah jarang mengganti celana dalam.

Dari kondisi celana dalam yang jarang diganti inilah kuman dan bakteri dapat bersarang sehingga bukan tidak mungkin akan masuk ke saluran kemih. Jika kuman berpindah ke saluran kemih, maka risiko terjadinya infeksi akan lebih besar.

Biasanya infeksi akan ditandai dengan rasa nyeri ketika buang air kecil dan tampilan urine yang lebih keruh dan mengeluarkan bau. Untuk mencegahnya, Ladies harus rutin mengganti celana dalam ya.

(kik/kik)

Pos terkait