Pengendara sepeda meninggal karena diduga terkena serangan jantung setelah menaiki jembatan layang Kampung Melayu-Tanah Abang | MEDIA24JAM

  • Whatsapp
Traffic police preventing motorcycles from merging into the Tanah Abang-Kampung Melayu overpass on May 24, 2021. Photo: Twitter/@TMCPoldaMetro

Seorang pria Jakarta berusia 62 tahun meninggal karena dugaan serangan jantung saat melintasi jalan layang utama dengan sepeda jalannya, kata para pejabat, dengan kematiannya terjadi di tengah perdebatan tentang kelayakan jalan layang untuk pengendara sepeda motor.

Menurut laporan, korban yang diidentifikasi dengan inisial J, ditemukan sendirian dan bersandar di pembatas beton di jembatan layang Kampung Melayu-Tanah Abang pada Minggu pagi. J dibawa ke Rumah Sakit Tarakan di Jakarta Pusat, di mana dia meninggal.

Keluarga J mengatakan bahwa saat dia mengendarai sepedanya hampir setiap hari, dia memiliki kondisi jantung dan memerlukan pemasangan stent koroner 15 tahun yang lalu.

“Kami curiga [it was a heart attack]. Keluarganya juga memastikan riwayat penyakit jantungnya, ”kata Kepala Dinas Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rudy Saptari.

Kematian J terjadi pada hari yang sama ketika Dishub melakukan uji coba mematikan jalan layang untuk kendaraan dan mengubahnya menjadi jalur sepeda dari jam 5 pagi sampai jam 9 pagi.

Kebijakan yang direncanakan tersebut menimbulkan keributan karena sepeda motor telah dilarang berjalan di jembatan penyeberangan sejak dibuka pada tahun 2013, dengan Dinas Perhubungan berpendapat bahwa pengendara sepeda motor dapat terlempar dari jalan layang karena angin kencang.

Dalam kasus pengendara sepeda, Dinas Perhubungan mengatakan bahwa naik jembatan layang aman di pagi hari sebelum kekuatan angin meningkat di sore hari. Pengendara sepeda motor tidak pernah mendapatkan hak istimewa yang sama.

Baca berita terbaru tentang MEDIA24JAM

Artikel ini, Pengendara sepeda meninggal karena diduga terkena serangan jantung setelah menaiki jembatan layang Kampung Melayu-Tanah Abang, yang awalnya muncul di Coconuts, perusahaan media alternatif terkemuka di Asia.

Pos terkait