TikTok dilaporkan membatasi konten anti-Palestina setelah ada keluhan dari pemerintah Indonesia | MEDIA24JAM

  • Whatsapp

Kementerian TI Indonesia dilaporkan meminta platform berbagi video populer TikTok untuk membatasi konten yang menghina Palestina di aplikasinya, setelah para pejabat menemukan lusinan unggahan yang berisi ujaran kebencian yang ditujukan kepada negara asing.

Tren yang mengganggu telah muncul di TikTok Indonesia minggu terakhir ini, di mana kaum muda menyerang Palestina dan rakyatnya di tengah krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Hal ini mengakibatkan pengusiran seorang siswa sekolah menengah di Bengkulu, serta penangkapan seorang pria berusia 23 tahun di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini menghadapi enam tahun penjara di bawah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dengan trek audio berisi penghinaan yang ditujukan kepada Palestina yang beredar di kalangan pengguna Indonesia ⁠— menghasilkan setidaknya 40 video ⁠— Informasi negara dan Kementerian Komunikasi (Kominfo) mengatakan mereka baru-baru ini dikoordinasikan dengan TikTok untuk membatasi konten semacam itu di aplikasi.

“TikTok telah membatasi [those] audio [tracks] sehingga tidak bisa digunakan lagi. Konten audio tersebut masuk dalam kategori perpustakaan berisiko tinggi sehingga diharapkan tidak akan muncul lagi, ”kata juru bicara kementerian Dedy Permadi.

Baca juga ⁠— Jakarta menerangi 10 spot kota dengan warna bendera Palestina

Artikel ini, TikTok dilaporkan membatasi konten anti-Palestina setelah keluhan dari pemerintah Indonesia, yang awalnya muncul di Coconuts, perusahaan media alternatif terkemuka di Asia.

Pos terkait