Seputar Blue Poop Challenge yang Sedang Viral

  • Whatsapp

MESKI memiliki nama nyeleneh, Blue Poop Challenge, tidak seperti kebanyakan tantangan lain yang hanya bertujuan guyonan. Tantangan yang dibuat oleh perusahaan riset kesehatan, ZOE, ini bertujuan untuk memberi gambaran kesehatan usus anda.

Tantangan yang sebenarnya telah muncul beberapa bulan lalu namun baru viral belakangan ini, mengajak orang untuk memakan muffin berwarna biru. Resep muffin itu pun tersedia di situs Zoe, https://joinzoe.com/bluepoop/bake-blue-muffins. Lamanya waktu jeda setelah memakan muffin hingga terdapatnya feses berwarna kebiruan saat anda BAB akan dijadikan dasar untuk mengetahui kesehatan usus anda. Lama waktu jeda itu disebut juga gut transit time atau waktu transit di usus.

Penjelasan mengenai ‘personaliti’ tinja anda juga dapat ditemui di situs mereka. Secara umumnya, gut transit time yang lebih pendek biasanya menunjukkan usus yang lebih sehat. 

Sejak peluncuran Blue Poop Challenge, Zoe telah berhasil mengkoleksi data tinja dari 1000 orang dan hasil studi mereka telah diterbitkan di jurnal Gut edisi Maret 2021. Waktu transit di usus yang dikumpulkan Zoe, sangat beragam, mulai dari kurang dari 12 jam hingga beberapa hari, dengan rata-rata 28,7 jam.

Tantangan itu telah menarik partisipasi banyak kalangan, termasuk para akademisi. Tim Spector, Profesor Epidemiologi Genetik di King’s College London, Inggris dan penulis “The Diet Myth, termasuk yang antusias dengan tantangan itu dan menyuruh orang mengikutinya.

“Itu mengejutkan karena saya lupa sampai saya melihat ke toilet. Ini biru yang mengejutkan,” ujar Spector sambil tertarwa, seperti dikutip dari huffpost.com, Rabu (19/5). Waktu transit ususnya sekitar 18 jam dengan kategori cukup sehat.

Mikrobioma usus sangat penting untuk kesehatan kita, kata Spector. Anggap saja seperti komunitas mikroba yang terdiri dari mikroorganisme, bakteri, virus, dan jamur.

“Ada triliunan miroba sangat penting agar bagian tubuh kita berjalan dengan baik. Ini termasuk hal-hal seperti seberapa baik kita mencerna makanan, bagaimana kita menyimpan lemak, keadaan mental kita, apakah kita lapar atau kenyang, dan itu sangat penting untuk sistem kekebalan kita juga,” ungkap Spector.

Ia berpendapat jika tantangan itu adalah salah satu “cara termudah” untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang terjadi di usus karena dapat memantau dengan tepat seberapa cepat tubuh memprosesnya.

Orang yang sembelit memiliki waktu transit usus yang lambat. “Mereka umumnya lebih cenderung memiliki kesehatan usus yang buruk dan mikroba yang buruk. Studi ini menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara waktu transit yang cepat dan memiliki beragam mikroba sehat yang baik untuk kesehatan,” paparnya.


Jika ada orang yang menyadari waktu transit ususnya lambat, terdapat empat langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mikrobioma usus.

1. Makan sayur lebih banyak dan lebih beragam. 

Spector menyarankan idealnya harus mengonsumsi 30 tanaman seminggu yang meliputi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan rempah-rempah. Ini membantu meningkatkan keragaman mikrobioma usus sekaligus memberi banyak serat.

2. Tingkatkan konsumsi sayur dan buah berwarna cerah 

Spector mengatakan makanan yang mengandung polifenol bagus mulai dari apel, kacang-kacangan, selada hijau, hingga aprikot.

3. Konsumsi lebih banyak makanan fermentasi

Termasuk yogurt dan 4K (kefir, kombucha, kimchi dan kraut atau sauerkraut).

4. Hindari makanan yang diproses berlebihan

Makanan olahan ultra bukanlah makanan yang dimodifikasi seperti produk beku atau kaleng, tetapi makanan yang telah mengalami banyak proses. Contohnya permen, camilan kemasan seperti biskuit dan keripik, makanan siap saji, dan minuman ringan. (M-1)


Pos terkait