Ini Tiga Cara Mengikat Dasi Pria yang Baik dan Benar

  • Whatsapp

KETIKA menghadiri acara formal maupun nonformal, dasi barang kali menjadi salah satu aksesoris busana yang tidak boleh ketinggalan. Meski dasi awalnya dasi diciptakan untuk menghangatkan tubuh layaknya syal, akan tetapi lambat laun ia telah diminati entah untuk menjadi pelengkap atau membuat gaya berpakaian menjadi lebih rapi.

Masalahnya, tidak semua orang bisa mengikat dasi. Mereka yang ingin tampil rapi justru menjadi berantakan ketika tidak mengetahui jenis maupun cara membuat simpul dasi itu sendiri. Berikut adalah cara memakai dasi yang dikutip dari beberapa sumber:

1. Simpul Sederhana

Sesuai namanya, simpul ini biasa digunakan untuk mengenakan dasi dengan ikatan sederhana. Anda yang hendak menggunakan simpul ini, pertama-tama harus metakkan dasi di kerah, dengan jahitan menghadap ke dalam dan ujung lebar di sebelah kiri kepala. Posisi ujung lebar ini juga harus lebih rendah dari ujung lawannya atau sesuai ketinggian yang anda inginkan.

Setelah posisi dirasa pas, silangkan ujung lebar secara horizontal dengan ujung yang kecil dan tarik ujung lebar tersebut kembali ke sebelah kiri. Jika sudah melewati tahap ini, selanjutnya anda dapat memasukan ujung lebar tadi ke bagian dalam, lalu masukan ke dalam urutan ujung lebar yang sebelumnya membentuk ikatan horizontal.

Mulai dari sini, Anda bisa menarik ujung yang lebar ke bawah. Anda juga dapat menyesuaikan ikatan dengan memegang simpul di satu tangan dan menarik ujung kecil di tangan yang lain.

Baca juga : Tonlion Hadirkan Koleksi Fesyen ala K-Pop

2. Simpul Hanover

Cara menggunakan dasi dengan simpul ini pada dasarnya hampir mirip dengan simpul sederhana. Pertama-tama, anda harus mengalungkan dasi dengan posisi jahitan menghadap luar. Letakan bagian lebar di sebelah kiri dan bagian kecil di sebelah kanan.

Setelah itu, tarik bagian lebar secara horizontal ke bagian kecil lalu tarik ke belakang atau kembali di posisi kiri. Jika sudah demikian, masukan ujung lebar dari bawah leher hingga menyimpang di sebelah kanan.

Tahap selanjutnya, pegang simpul menggunakan satu tangan, sementara tangan lain menarik ujung lebar melewati belakang hingga kembali di sebelah kiri. Setelah itu, masukan kembali ujung lebar dari depan dan kembali lagi ke posisi kanan.

Mendekati tahap akhir, tarik kembali ujung lebar disebelah kanan untuk menutupi permukaan simpul. Hal yang dilakukan pada terakhir ini mirip saat kita memakai dasi dengan simpul sederhana, yakni dengan menyelipkan ujung lebar ke bagian dalam dan keluar di bagian depan atau menutupi simpul. Perlu diketahui pula, bentuk simpul Hanover ukurannya lebih besar daripada simpul sederhana.

3. Simpul atau Dasi Kupu-Kupu

Dasi kupu-kupu adalah varian lain dari jenis dasi yang sudah kita bahas sebelumnya. Bentuk dasi ini tidak memanjang, akan tetapi berbentuk seperti kupu-kupu yang menempel di bagian depan kerah kemeja. Saat ini, sebenarnya juga sudah banyak yang menjual dasi kupu-kupu dengan perekat, akan tetapi juga ada sebagian orang yang lebih suka membuat simpul dasi kupu-kupunya sendiri. Anda yang tertarik untuk mencoba simpul ini dapat mengikuti langkah berikut.

Pertama-tama letakan dasi kupu-kupu di kerah anda dengan

posisi ujung yang sejajar. Setelah itu, buatlah lipatan pada salah satu ujung yang anda inginkan.

Sambil memegang lipatan, rekatkanlah ujung lain dengan lipatan tersebut. Jika keduanya sudah terhubung, peganglah ujung dasi yang memanjang ke bawah lalu tarik ke atas dan masukan ujung dasi tersebut ke bagian dalam hingga keluar lagi ke bawah.

Jika sudah sampai tahap ini, anda hanya perlu mengulanginya lagi layaknya seperti menggulung ujung yang panjang pada simpul. Jika sudah dirasa pas, buatlah lipatan kebalikan pada ujung dasi yang digulung, lalu masukan lipatan tersebut pada simpul. Terakhir, anda harus menarik kedua lipatan yang anda buat agar terlihat simetris layaknya sayap kupu-kupu. (OL-7)


Pos terkait