3 Tanda V Belt Motor Matik Harus Diganti

  • Whatsapp
Orapada

Berbicara mengenai komponen motor matik yang jarang diperhatikan, mungkin v-belt termasuk. Padahal, sama dengan komponen lainnya V Belt motor matik harus diganti juga. Bahkan V- Belt merupakan salah satu komponen yang membutuhkan perhatian ekstra. Bagian ini fungsinya menghubungkan mesin dengan roda. Jika v-belt putus, maka motor gak akan bisa lari meski mesin hidup. Kasusnya mirip dengan rantai putus. Namun, tak seperti rantai, v-belt gak bisa disambung lagi. Membongkarnya pun tak sederhana.

Sama seperti rantai, v-belt juga perlu diganti jika sudah memasuki usia tertentu dalam pemakaian. Meski setiap pabrikan memiliki standar tersendiri, untuk penggantian v belt motor, namun rata-rata motor harus mengganti komponen ini saat memasuki kilometer 20.000 sampai 30.000. Jika motor jarang digunakan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi dan menempuh jarak jauh, pemilik bisa mencapai 30.000 km untuk penggantian. Namun jika sering digunakan untuk membawa beban berat dan berkendara jauh, motor matik sebaiknya mengalami pergantian komponen saat menempuh jarak 20 ribu km.

Masalahnya masih banyak yang belum tahu seberapa pentingnya v-belt ini. Sebab, andai biker tak sadar soal kegunaannya, bisa-bisa v belt putus di tengah jalan. Sama seperti rantai, andai v belt ini putus, motor jelas tak bisa jalan. Apabila terjadi kerusakan, kemungkinan besar motor tidak bisa jalan walaupun mesin dalam keadaan menyala. Fungsi dari V belt sendiri adalah pengganti rantai, komponen ini berperan meneruskan putaran mesin ke roda belakang sehingga motor dapat berjalan. Jadi, masa pakai v belt pada motor matik tergantung pemakaian.

Baca Juga: Tips Berkendara: 4 Cara Aman Putar Balik Mobil Di Tengah Jalan

Ada beberapa ciri yang dapat Anda kenali mengenai kondisi V Belt yang harus diganti. Berikut adalah ulasannya untuk Anda.

V Belt Motor Matik Mulai Retak

Tanda yang pertama untuk V Belt motor Anda harus diganti adalah kondisnya yang sudah mulai retak. Ya, V Belt pada motor matik akan mengalami keretakan apabila sudah waktunya diganti. Untuk dapat melihat keretakan itu, dapat diamati lekukan yang membentuk huruf V pada bagian motor yang bergerigi. Perhatikan setiap bagian, jika ada yang retak maka sudah bisa dipastikan v belt motor matik kamu sudah saatnya diganti.

Seiring berjalannya waktu dan pemakaian maka v belt akan mengalami retak dan kendur sehingga potensi putus saat digunakan sangat besar. Saat mengalami hal ini di tengah berkendara tentu sangat merepotkan. Sebab, pemilik kendaraan harus mendorong motor mencari bengkel terdekat. Hal ini tentu berbahaya apabila terjadi saat berkendara tengah malam sendiri dan membuat pemilik terlambat apabila tengah berkendara saat hendak bekerja.

3 Tanda V Belt Motor Matik Harus Diganti (Sumber Gambar: Google)

Tarikan Motor Mulai Berkurang

Ciri selanjutnya jika V Belt motor matik harus diganti adalah tarikan motor yang mulai berkurang dan juga ngempos. Dimana pada umumnya motor matik, biasanya memiliki tarikan yang halus dan lancar. Apabila, Anda mulai merasakan tarikan pada motor berkurang dan menjadi kasar, maka bisa jadi hal tersebut adalah tanda jika Anda harus mengganti komponen yang satu ini.

Jadi, akibat kualitas v belt pada motor kamu yang tidak optimal lagi, dapat memberikan efek terhadap akselerasi motor kamu yang mulai berkurang. Sering dirasakan atau disebut motor kamu ngempos, nah itu bisa menjadi salah satu alasan v belt motor kamu sudah harus diganti. Kondisi V Belt yang sudah uzur dan harus diganti sebelum putus.
Biasanya jika sudah snagat parah, maka Anda akan merasakan tarikan terasa bergetar saat diawal. Jadi, gunakan kepekaan rasa Anda untuk mengetahui apakah motor Anda masih memiliki tarikan yang halus atau bermasalah.

Baca Juga: Tips & Trik Berkendara: 2 Trik Putar Balik Mobil Yang Mudah Dilakukan

Mengganti V Belt Motor Setiap 15.000 Km

Salah satu cara untuk mengetahui apakah V Belt motor matik Anda harus diganti atau belum juga dapat dilihat dari jarak tempuh. Memang masa pakai v belt itu tidak bisa disamakan, karena balik lagi semua tergantung penggunaan motornya itu sendiri. Namun umumnya, V Belt mempunyai masa pakai di atas 20.000 km. Namun, ada baiknya, pabila telah mencapai 15.000 km, Anda mulai melakukan pemeriksaan kondisi V Belt kendaraan. Sebab, pada jarak ini biasanya idealnya v-belt akan muncul retak-retak atau tidak layak pakai. Maka sebaiknya gantilah v-belt dengan yang baru setelah masuk kelipatan 15.000 kilometer.

Jadi, sebaiknya jika kamu menggunakan motor kamu setiap hari maka jangan lupa sering-sering untuk memeriksa kondisi v beltnya dan perhatikan km motor kamu karena v belt motor kamu harus diganti setiap kelipatan 15.000 km. Jadi, biasakan untuk memeriksa secara rutin kondisi v belt Anda agar tidak mengalami masalah saat di jalan. Seperti hanya putus saat digunakan.

3 Tanda V Belt Motor Matik Harus Diganti
3 Tanda V Belt Motor Matik Harus Diganti (Sumber Gambar: Google)

Itulah ulasan mengenai ciri- ciri V Belt yang harus diganti. Ada tiga ciri yang dapat Anda jadikan tanda untuk mengganti V- Belt motor matik. Perlu di ingat bahwa V Belt juga perlu diganti jika sudah memasuki usia tertentu dalam pemakaian. Ya, meskipun setiap pabrikan memiliki standar tersendiri, untuk penggantian V Belt. Namun rata-rata motor harus mengganti komponen ini saat memasuki kilometer 20.000 sampai 30.000. Apabila motor matik Anda jarang digunakan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi dan menempuh jarak jauh, maka Anda bisa mencapai 30.000 km untuk melakukan penggantian V Belt.

Baca Juga: Street Manners: Perhatikan dan Hindari Demi Keamanan Bersama!

Selanjutnya apabila sering digunakan untuk membawa beban berat dan berkendara jauh, motor matik sebaiknya mengalami pergantian komponen saat menempuh jarak 20.000 km. Namun, lakukan cek ketika sudah menmpuh jarak 15.000 km. Sebab pada jarak ini, biasanya V Belt juga sudah mulai menunjukkan keretakan. Sehingga, Anda perlu menggantinya. Untuk mengetahui apakah v belt pada motor matik sudah harud diganti atau belum, pemilik kendaraan bisa merasakan saat mengendarai motor. Jika saat dikendarai kencang ada suara seperti rantai ngelos atau tidak lagi ngegigit sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke bengkel dan mengganti komponen ini.

Pos terkait